Gempa bermagnitudo 6,2 skala richter ini terjadi sekitar pukul 02.30 WITA.
Sebanyak tiga kali gempa susulan ini dirasakan hingga Kota Makassar.
Diketahui, sebelumnya terjadi gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang Majene, Kamis (14/1/2021) pukul 14.30 WITA.
Baca: Mensos Tri Rismaharini Siapkan Santunan Rp 15 Juta bagi Keluarga Korban Meninggal Gempa Sulbar
Terjadinya gempa susulan ini memicu kepanikan warga di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Dilansir Kompas.com, warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.
"Ada gempa," teriak warga sambil lari keluar rumah.
Durasi gempa susulan ini lebih lama dan getarannya lebih besar dibandingkan gempa pertama.
Sejumlah bangunan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat roboh.
Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dan berpusat di 6 kilometer laut Kabupaten Majene dengan koordinat 2,98 LS-118,94 BT.
Akibat gempa susulan ini, gedung-gedung dan rumah sakit pun rusak.
Baca: Mensos Tri Rismaharini Siapkan Santunan Rp 15 Juta bagi Keluarga Korban Meninggal Gempa Sulbar
Baca: 189 Korban Gempa di Mamuju Alami Luka Berat dan Dirawat, Bantuan TNI Masih Dalam Perjalanan
Dalam sebuah video, terlihat warga mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang rusak parah.
“Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Hancur. Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Hotel Matos (Mamuju), hancur,” kata warga yang merekam gambar yang tersiar pada Jumat (15/1/2021) dini hari, seperti ditulis Tribun-Timur.com.
Kantor Gubernur Sulbar yang berlokasi di Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju nampak ambruk dan menyisakan reruntuhan bangunan.
Sementara, dua orang terjebak dalam runtuhan bangunan kantor gubernur tersebut.
Bangunan kantor gubernur Sulbar sebagian besar ambruk di bagian depan.
Selain kantor gubernur, RS Mitra Manakarra juga ambruk.
Diketahui enam orang terjebak dalam reruntuhan bangunan rumah sakit.