Namun, belum ditentukan tanggal spesifik atas rencana tersebut.
"Para pemimpin sepakat menormalisasi hubungan Sudan dan Israel untuk mengakhiri perang di negara mereka," tulis pernyataan itu, dilansir BBC, Sabtu (24/10/2020).
Baca: Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto Berhentikan Dirjen P2P Achmad Yurianto, Ini Alasannya
Baca: Cara Memperpanjang Masa Aktif Kartu Telkomsel Tanpa Harus Membeli Pulsa, Simak Langkah-langkahnya
PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan ini sebagai langkah yang bagus untuk perdamaian.
"Ini adalah awal dari era baru," kata Netanyahu.
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berterima kasih kepada Trump karena telah mengeluarkan negaranya dari daftar terorisme AS.
Ia mengatakan pemerintah Sudan sedang bekerja "menuju hubungan internasional yang paling baik dalam melayani warganya".
Diwartakan stasiun televisi lokal, pemerintah Sudan mengatakan 'kondisi agresi' akan berakhir.
Baca: Viral Video Puting Beliung di Bekasi, Warga Sekitar Panik saat Bangunan dan Motor Tersapu Angin
Baca: Dituduh Bekerja untuk Israel, Vlogger Terkenal Dunia Nas Daily Sebut Al Jazeera Kampanye Kotor
Kesepakatan kedua negara ini menandai semakin banyaknya negara-negara Arab yang meresmikan hubungan dengan Israel.
Yordania berdamai dengan Israel pada 1994, Mesir pada 1979. Kemudian, Mauritania pada 2009, tapi putus lagi 10 tahun kemudian.
Banyaknya kesepakatan yang dibangun Israel dengan negara-negara Arab ini menuai kecaman dari orang-orang Palestina, yang melihat hal tersebut sebagai pengkhianatan perjuangan mereka.
Berdasarkan catatan sejarah, negara-negara Arab pernah melakukan pembicaraan damai dengan Israel dengan kesepakatan agar Israel menarik diri dari wilayah yang didudukinya sejak 1967.
Dalam kesepakatan juga disebutkan akan ada pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.