Kemanjuran vaksin Covid-19 ini, kata Pfizer, juga konsisten terhadap semua umur dan etnis demografi.
Dilansir dari Reuters, (18/11/2020), Pfizer mengatakan tidak ada efek samping berat dari vaksin ini sehingga imunisasi besar-besaran dapat dilakukan di seluruh dunia.
Selain itu, kemanjuran pada orang dewasa di atas 65 tahun, yang termasuk golongan berisiko tinggi, mencapai lebih dari 94%.
Analisis akhir ini muncul hanya seminggu setelah hasil awal dari uji coba menunjukkan efektivitas vaksin tersebut mencapai lebih dari 90%.
Sementara itu, Moderna In MRNA.O sudah merilis data awal vaksin mereka pada Senin lalu, dan menunjukkan tingkat kemanjuran yang mirip.
Baca: Menkes Terawan Sebut Vaksinasi Covid-19 Menyasar Individu Sehat Berusia 18-59 Tahun
Tingkat kemanjuran kedua vaksin itu bahkan melebihi harapan awal. Kedua vaksin itu dikembangkan dengan teknologi baru yang dikenal sebagai messenger RNA (mRNA).
Pfizer mengatakan vaksin buatannya sudah memiliki data keamanan dua bulan dan mereka akan meminta izin untuk penggunaan darurat di AS dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa kelompok seperti tenaga kesehatan di AS akan diprioritaskan dalam program vaksinasi.
Pfizer menyebut ada 170 kasus Covid-19 yang muncul dalam uji coba yang melibatkan 43.000 relawan.
Dari 170 kasus itu, 162 di antaranya diberi placebo (suntikan palsu) dan ada 8 orang yang masuk dalam kelompok vaksin.
Ada 10 orang yang mengalami gejala Covid-19 parah, satu di antara mereka menerima vaksin Covid-19.
Vaksin itu juga dapat ditoleransi tubuh dengan baik dan efek samping yang muncul mayoritas ringan hingga menengah dan segera hilang.
Baca: Target Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah Hanya 60 Juta Orang, Prioritaskan Tenaga Medis
Satu-satunya efek samping buruk yang terlihat pada lebih dari 2% relawan adalah kelelahan.
Orang dewasa yang lebih tua cenderung melaporkan lebih sedikit efek samping. Selain itu, efek sampingnya juga lebih ringan.
Pfizer berharap dapat memproduksi sebanyak 50 juta dosis vaksin tahun ini.
Jumlah itu cukup untuk melindungi 25 juta penduduk, dan mereka akan memproduksi vaksin hingga 1,3 miliar dosis tahun depan.
Baca: Ungkap Biaya Vaksin di Polandia Hanya Rp 35 Ribu, Fadli Zon Langsung Diserang Staf Ahli Menkominfo
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, pada Selasa (17/11/2020), mengatakan Vaksin Covid-19 tidak akan disuntikkan pada seluruh masyarakat Indonesia.
Vaksin ini menyasar individu berumur 18-59 tahun yang berada dalam kondisi sehat.