Datangi Markas FPI di Bogor, Habib Rizieq Disambut Ribuan Simpatisan, Arus Jalan Raya Puncak Macet

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Datangi Markas FPI di Bogor, Habib Rizieq Disambut Ribuan Simpatisan, Arus Jalan Raya Puncak Macet

Massa yang sudah menunggu ini langsung mengarahkan kamera ponselnya ketika melihat Habib Rizieq.

Terpantau, pasca Habib Rizieq melintasi Simpang Gadog, massa simpatisan yang memadati Jalan Raya Puncak ini langsung perlahan membubarkan diri dan lalu lintas di Simpang Gadog yang sempat ditutup sementara kembali dinormalkan.

Kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Puncak Bogor disambut ribuan simpatisan, Jumat (13/11/2020). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Simpatisan rela jalan kaki naik turun gunung

Markas FPI sekaligus Pesantren Agrokultural di Megamendung Bogor memang cukup jauh dari permukiman penduduk.

Meski begitu, para simpatisan terus berdatangan ke lokasi mengikuti rombongan sang imam besar.

Karena banyaknya massa, menimbulkan kemacetan, kendaraan pun tidak semua bisa masuk ke area lokasi markas.

Tetapi, simpatisan memilih tetap menuju lokasi meski harus berjalan kaki sejauh 3 KM lebih.

Bahkan mereka juga harus naik turun gunung yang terjal untuk menuju lokasi dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Terpantau, pasca Habib Rizieq salat Jumat berjamaah, digelar acara tausiah.

Setelah itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di wilayah markas tersebut.

Baca: Anggota TNI yang Videokan Habib Rizieq Shihab Dinilai Berpihak pada Satu Golongan

Habib Rizieq Singgung Revolusi Berdarah

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyinggung revolusi berdarah saat mendengar kasusnya akan dibuka kembali.

Awalnya dia menyindir sikap aparat penegak hukum yang terkesan berusaha mencari-cari kesalahannya.

Dia juga mengatakan bahwa ada orang-orang yang berusaha mengungkit kembali kasus-kasus pidana yang melibatkan dirinya.

Dikutip dari pemberitaan Tribunnews.com, Rizieq Shihab bahkan menyinggung soal revolusi berdarah terkait kasus hukum yang dinilai tidak adil.

“Ini saya belum apa-apa. Nanti Habib Rizieq akan kita buka kasusnya. Wah, ini apa-apaan, sudahlah. Jangan buka kasus yang tidak ada,” kata Habib Rizieq dalam unggahan kanal YouTube Front TV, Kamis (12/11/2020).

Baca: Heboh Rizieq Shihab Masuk Daftar Red Notice Interpol, Polri : Kami Malah Baru Dengar

Baca: Mads Mikkelsen Dikabarkan akan Gantikan Peran Johnny Depp di Film Fantastic Beasts 3

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. (Tribunnews/JEPRIMA)

"Kelompok yang tidak suka pemerintah digali-gali kesalahannya, diproses, sementara kelompok yang menjilat dibiarkan mereka melakukan kesalahan.

Enggak boleh dibiarkan. Ini bisa jadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak," tambahnya.

Habib Rizieq pun mengatakan, apabila negara ini tak ingin ada revolusi yang menyebabkan pertumpahan darah.

Ia pun meminta agar sebaiknya hukum diperbaiki dan tidak tebang pilih.

Halaman
1234


Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer