Jumlah Penganggur Masa Pandemi Capai 9,77 Juta, Menaker: Kami Melakukan Banyak Mitigasi

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) memaparkan langkah-langkah pemerintah menekan jumlah pengangguran selama pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020).

Sebagai informasi, seluruh provinsi di Indonesia mengalami peningkatan TPT. Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan TPT terendah yakni 3,32 persen.

Baca: Seperempat Miliar Orang Diprediksi Bakal Jadi Pengangguran, Presiden Microsoft: Pelajari Hal Baru

Sektor pertanian alami peningkatan terbesar

Suhariyanto mengatakan sektor pertanian mengalami peningkatan persentase lapangan pekerjaan terbesar

"Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian (2,23 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan (1,30 persen poin)," kata Suhariyanto.

Dia pun memaparkan terjadi penurunan jumlah pekerja penuh sebanyak 9,46 juta pekerja, di sisi lain terjadi peningkatan jumlah pekerja paruh waktu atau setengah menganggur sebesar 4,83 juta orang.

Suhariyanto menjelaskan pekerjaan hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 29,76 persen, kemudian perdagangan sebesar 19,23 persen, dan industri pengolahan sebesar 13,61 persen.

"Ada pergeseran jumlah penduduk bekerja di pertanian meningkat 2,23 persen, demikian perdagangan terutama perdagangan eceran meningkat 0,46 persen, jasa lainnya meningkat tipis, serta jasa kesehatan dan informasi serta kominukasi mengalami peningkatan," kata Suhariyanto.

"Tetapi bisa dilihat bahwa hampir seluruh sektor terjadi pengurangan jumlah penduduk yang bekerja terutama untuk industri pengolahan terjadi pengurangan sebesar 1,30 persen," ujar dia.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Ade Miranti Karunia)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengangguran Tembus 9,77 Juta Orang, Ini Kata Menaker"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer