Adalah Partai Nye Borgerlige, sebuah Partai Sayap Kanan Denmark yang mengungkapkan keinginannya untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW.
Paty meninggal dengan cara yang mengenaskan tak lama setelah mengadakan diskusi dan memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan bagi umat Islam, karikatur atau gambar Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu yang dilarang.
Tetapi hal itu tak lantas menyurutkan niat Nye Borgerlige untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW.
Baca: Covid-19 di Italia: Bertambah 2000 Kasus dalam Sehari, Angka Kematian Tertinggi Kedua di Eropa
Baca: Pejabat Tinggi Turki Kutuk Media Prancis Charlie Hebdo yang Hina Presiden Erdogan
Apalagi, karikatur yang digunakan Paty adalah yang diterbitkan oleh surat kabar Denmark, Jyllen Posten pada 2005 lalu.
“Bekerja sama dengan Charlie Hebdo, kami akan menerbitkan ulang gambar Muhammad yang digunakan Samuel Paty saat dia mengajar di surat kabar Denmark,” tutur Pemimpin Nye Borgelige, Pernille Vermund dikutip dari The Copenhagen Post.
“Kami harus menunjukkan telah siap untuk mempertahankan diri sendiri, terhadap nilai yang kami pecaya, yang akan kami sampaikan ke anak-anak kami, dan yang dibangun masyarakat kami. Tak ada ruang untuk kompromi,” tambahnya.
Pernyataan Vermund tersebut merupakan bagian dari kampanye Nyi Borgerlige,
“Dukung Samuel Paty, berjuang untuk kebebasan,” yang akan segera diluncurkan.
Vermund juga mengaku tak takut dengan konsekuensi yang akan dihadapinya karena mencetak karikatur Nabi Muhamad.
Baca: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Lebanon Perpanjang Kebijakan Jam Malam
Belgia Ambil Tindakan Tegas Pecat Guru yang Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad SAW
Pemerintah Belgia lakukan tindakan tegas pada guru yang pertontonkan kartun Nabi Muhammad SAW yang dimuat majalah Charlie Hebdo.
Belgia putuskan pecat guru yang lakukan tindakan tak patut itu.
Melansir dari dailymail.co.uk , guru yang bekerja di satu distrik Belgia ditegur dan mendapat sanksi tegas berupa pemberhentian atau dipecat.
Seperti yang diwartakan, sebuah distrik Brussel menangguhkan seorang guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad pada murid di sekolah itu yang berusia antara 10 sampai 11 tahun.
Menurut juru bicaranya, Jumat (30/1/2020), Guru Belgia, yang bekerja di distrik Molenbeek di Brussels, menampilkan karikatur tak pantas yang sama digunakan oleh guru Prancis Samuel Paty yang tewas dibunuh.
Bahkan, pejabat setempat sudah mengatakan jika karikatur Charlie Hebdo merupakan gambar tak sopan dan tidak senonoh.
Baca: Menyusul Perkataan Presiden terkait Kartun Nabi Muhammad, Prancis Minta Boikot Produknya Dihentikan
Baca: 40 Pasangan Selebriti Dunia dengan Beda Usia Mencolok: Presiden Prancis Emmanuel Macron Masuk List
"Keputusan kami secara unik didasarkan pada fakta bahwa ini adalah gambar yang tidak senonoh. Jika bukan karena Nabi, kami akan melakukan hal yang sama,"ujar juru bicara Wali Kota Molenbeek.
Gambar yang dimaksud yakni alat kelamin subjek terlihat saat dia berjongkok, telanjang.
Juru bicara tersebut melanjutkan, ada beberapa orang tua murid yang tak mengeluh.
"Dua atau tiga orang tua mengeluh," kata juru bicara itu.