Dukung Guru di Prancis, Partai Politik di Denmark Akan Terbitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Partai The New Right atau Nye Borgerlige di Denmark, sebuah partai sayap kanan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah partai politik di Denmark menyebut akan menerbitkan karikatur Nabi Muhammad sebagai bentuk solidaritas atas Samuel Patty, guru yang meninggal di Prancis.

Adalah Partai Nye Borgerlige, sebuah Partai Sayap Kanan Denmark yang mengungkapkan keinginannya untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Paty meninggal dengan cara yang mengenaskan tak lama setelah mengadakan diskusi dan memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan bagi umat Islam, karikatur atau gambar Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu yang dilarang.

Tetapi hal itu tak lantas menyurutkan niat Nye Borgerlige untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Baca: Covid-19 di Italia: Bertambah 2000 Kasus dalam Sehari, Angka Kematian Tertinggi Kedua di Eropa

Ribuan umat di Bangladesh mengadakan pawai protes yang menyerukan boikot produk Prancis dan mencela presiden Prancis Emmanuel Macron atas komentarnya atas karikatur Nabi Muhammad, di Dhaka pada 27 Oktober 2020. (Munir UZ ZAMAN / AFP) (Munir UZ ZAMAN / AFP)

Baca: Pejabat Tinggi Turki Kutuk Media Prancis Charlie Hebdo yang Hina Presiden Erdogan

Apalagi, karikatur yang digunakan Paty adalah yang diterbitkan oleh surat kabar Denmark, Jyllen Posten pada 2005 lalu.

“Bekerja sama dengan Charlie Hebdo, kami akan menerbitkan ulang gambar Muhammad yang digunakan Samuel Paty saat dia mengajar di surat kabar Denmark,” tutur Pemimpin Nye Borgelige, Pernille Vermund dikutip dari The Copenhagen Post.

“Kami harus menunjukkan telah siap untuk mempertahankan diri sendiri, terhadap nilai yang kami pecaya, yang akan kami sampaikan ke anak-anak kami, dan yang dibangun masyarakat kami. Tak ada ruang untuk kompromi,” tambahnya.

Pernyataan Vermund tersebut merupakan bagian dari kampanye Nyi Borgerlige,
“Dukung Samuel Paty, berjuang untuk kebebasan,” yang akan segera diluncurkan.

Vermund juga mengaku tak takut dengan konsekuensi yang akan dihadapinya karena mencetak karikatur Nabi Muhamad.

Baca: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Lebanon Perpanjang Kebijakan Jam Malam

PALESTINA - Anggota Jihad Islam Palestina memegang slogan-slogan menentang Presiden Prancis Emmanuel Macron di Rafah, di Jalur Gaza selatan, pada 26 Oktober 2020. Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis berkembang di dunia Arab dan sekitarnya, setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan sekitarnya. bersumpah untuk tidak "melepaskan kartun" yang menggambarkan Nabi Muhammad. Komentar Macron muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan kepala seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara. (SAID KHATIB / AFP) (SAID KHATIB / AFP)

Belgia Ambil Tindakan Tegas Pecat Guru yang Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad SAW

Pemerintah Belgia lakukan tindakan tegas pada guru yang pertontonkan kartun Nabi Muhammad SAW yang dimuat majalah Charlie Hebdo.

Belgia putuskan pecat guru yang lakukan tindakan tak patut itu.

Melansir dari  dailymail.co.uk , guru yang bekerja di satu distrik Belgia ditegur dan mendapat sanksi tegas berupa pemberhentian atau dipecat.

Seperti yang diwartakan, sebuah distrik Brussel menangguhkan seorang guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad pada murid di sekolah itu yang berusia antara 10 sampai 11 tahun.

Menurut juru bicaranya, Jumat (30/1/2020), Guru Belgia, yang bekerja di distrik Molenbeek di Brussels, menampilkan karikatur tak pantas  yang sama digunakan oleh guru Prancis Samuel Paty yang tewas dibunuh.

Bahkan, pejabat setempat sudah mengatakan jika karikatur Charlie Hebdo merupakan gambar tak sopan dan tidak senonoh.

Baca: Menyusul Perkataan Presiden terkait Kartun Nabi Muhammad, Prancis Minta Boikot Produknya Dihentikan

Baca: 40 Pasangan Selebriti Dunia dengan Beda Usia Mencolok: Presiden Prancis Emmanuel Macron Masuk List

"Keputusan kami secara unik didasarkan pada fakta bahwa ini adalah gambar yang tidak senonoh. Jika bukan karena Nabi, kami akan melakukan hal yang sama,"ujar juru bicara Wali Kota Molenbeek.

Gambar yang dimaksud yakni alat kelamin subjek terlihat saat dia berjongkok, telanjang.

Juru bicara tersebut melanjutkan, ada beberapa orang tua murid yang tak mengeluh.

"Dua atau tiga orang tua mengeluh," kata juru bicara itu.

Halaman
123


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr

Berita Populer