Dukung Guru di Prancis, Partai Politik di Denmark Akan Terbitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Partai The New Right atau Nye Borgerlige di Denmark, sebuah partai sayap kanan.

Juru bicara wali kota ini menjelaskan, tindakan skorsing ini bukan hukuman.

Guru di Belgia dipecat setelah tunjukkan kartun Nabi Muhammad, mengikuti ulah guru Prancis. Foto: Demonstran Irak membawa poster selama demonstrasi melawan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan istri di depan kedutaan besar Prancis di Baghdad pada 26 Oktober 2020. Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis berkembang di dunia Arab dan sekitarnya, setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan bersumpah untuk tidak menyerah terkait kartun menggambarkan Nabi Muhammad SAW. Komentar Macron muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan kepala seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

Namun lebih ke menjaga ketertiban sedangkan prosedur disiplin dijalankan, usai guru dapat menghadapi tindakan administratif.

Tindakan ini mencerminkan meski sama-sama negara Eropa, namun Pemerintah Belgia lebih bijaksana ketimbang Prancis.

Jika dibandingkan, Pemerintah Belgia jauh lebih santun ketimbang sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghadapi kasus kartun Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang sudah diketahui, Presiden Emmanuel Macron di Prancis membenarkan tindakan guru yang menunjukkan gambar kartun Nabi Muhammad SAW.

Bahkan presiden yang menikahi gurunya sendiri ini ikut mengutuk pembunuhnya juga menghubungkan keadian tersebut dengan sentimen agama tertentu.

Sejumlah toko uga sudah mengatakan, tindakan penghinaan terhadap Nabi (apa pun agamanya), dapat memancing amarah para pengikut Nabi tersebut.

Sebagai informasi, Paty si Guru bahasa Prancis ini mati dibunuh usai dia dikecam karena telah menunjukkan kartun tersebut ke kelas tentang kebebasan berekspresi.

Kepalanya dipenggal pada 16 Oktober di Conflans-Sainte-Honorine, di luar Paris, seorang Chechnya.

Bahkan umat Muslim menganggap gambar nabi apa pun sebagai sebuah hujatan dan karikatur sebagai pelanggaran pada iman mereka.

Hukum Prancis sangat sekuler dan kepercayaan agama tidak menerima perlindungan khusus.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan berapi-api membela kematian pria 47 tahun itu.

Dia membelanya atas kebebasan berekspresi.

Hal ini termasuk hak kartunis untuk mencemooh tokoh agama.

Negara tetangga Belgia, seperti Prancis pada beberapa taun terakhir telah menerima sejumlah serangan dan Molenbeek, yang memiliki populasi Muslim yang besar.

Erdogan Minta Macron Periksa Kesehatan Mental, Prancis: Komentar Presiden Turki Tak Bisa Diterima

Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, pada 28 Oktober 2020. (Adem ALTAN / AFP)

Pihak Prancis tak terima dengan pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk melakukan cek kesehatan mental.

Ketegangan ini merupakan buntut panjang dari usaha Macron untuk memerangi 'Islam radikal' di negaranya, seperti diberitakan BBC, Minggu (25/10/2020).

Hal itu bermula dari tewasnya seorang guru yang dibunuh karena mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Memang, penggambaran Nabi Muhammad merupakan pelanggaran serius.

Halaman
123


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr

Berita Populer