Tak terima kentutnya ditegur dan kesal karena diminta turun, Mallet justru menantang Bonchev untuk bertarung.
Pengadilan mendengar bahwa pengemudi Uber memukul wajah Mallett dan menjatuhkannya ke tanah.
Ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri.
Jaksa juga menyebut ada saksi mata yang menyuruh menghentikan pertengkaran ini.
"Ada seorang wanita muda meminta Mallett untuk pergi"
"Mereka (Mallett dan rekannya) lalu pergi meninggalkan sopir Uber tersebut," kata Scutt.
"Polisi menemukan mereka di pinggir jalan dan saat diajak bicara, terlihat Mallett terluka di bibir", sambung Scutt.
Baca: Menang Lotere Rp 190 Miliar, Pria Ini Klaim Sudah Tiduri 4.000 Wanita: Nasibnya Kini Tragis
Baca: Viral Tempat Wisata Unik di Australia, Ada Angkringan hingga Gerobak Mie Ayam Bakso Khas Indonesia
Scutt menyebut bahwa Mallett berada di bawah kendali alkohol saat diinterogasi polisi.
Mallett dianggap kasar dengan aparat dan mengklaim si sopir taksi-lah penyebabnya.
"Dia sedang berperilaku buruk malam itu" ujar Anthony Bignall, pengacara terdakwa dari pengadilan yang menyebut Mallett mengakui perbuatannya.
Sementara itu, jubir pihak Uber menyatakan bahwa perbuatan kasar Mallett dan juga Bonchev tidak bisa ditolerir.
"Jenis perilaku ini sama sekali tidak bisa diterima. Tidak ada tempat bagi kekerasan di platform Uber. Siapapun yang melakukan hal seperti itu berisiko akan kehilangan akses ke aplikasi tersebut secara permanen", terang pihak Uber.