Diberitakan WartaKota, sebanyak 1.192 pendemo yang menolak UU Cipta Kerja di DKI Jakarta dalam dua hari terakhir diamankan polisi.
Mayoritas mereka bukanlah warga Ibu Kota alias berasal dari daerah Bodetabek.
Riza yang meninjau ribuan pendemo yang diamankan Polda Metro Jaya itu tak menyangka.
Politisi Partai Gerindra ini menyebut, lebih dari 50 persen massa yang ditangkap bukanlah warga DKI Jakarta dan masih remaja.
“Ternyata lebih dari 50 persen adalah bukan Jakarta, dan lebih dari 60 persen ternyata usianya di bawah 19 tahun atau pelajar. Jadi, bukan mahasiswa apalagi buruh,” katanya di Balai Kota DKI, Jumat (9/10/2020).
Baca: Ridwan Kamil Usul Perppu, Anies Semangati Pendemo, Jokowi Larang 34 Gubernur Tolak UU Cipta Karya
“Untuk itu kami minta anak-anak, dan adik-adikku yang saya cintai, tidak usah ikut-ikut kalau tidak mengetahui,” tambah pria yang akrab disapa Ariza ini.
Dalam kesempatan itu, Ariza menyarankan kepada para pelajar hendaknya tetap berada di rumah.
Kata dia, aksi anarkis yang terjadi pada Kamis (8/10/2020) sangat membahayakan keselamatan mereka.
“Urusan demo itu biarlah bagi mereka yang sudah dewasa, urusan buruh dan urusan mahasiswa,” ujarnya.
“Upaya ini bisa dilakukan secara konstitusi dengan mengajukan judicial review sebagaimana saya dengar Said Iqbal bagus sekali melakukan ke Mahkamah Konstitusi (MK),” tandasnya
Baca: Gubernur Sumatra Selatan Herman Daru Dukung Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui massa pengunjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) malam.
Di hadapan ratusan pedemo, Anies menyemangati pendemo dengan menyatakan bahwa aksi mereka sebagai bentuk dari penegakan keadilan.
"Teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan kewajiban kita semua. Dan Anda semua sedang menegalkan keadilan. Jalankan dengan tertib," kata Anies.
Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengaku telah mendengar aspirasi buruh dan akan meneruskannya kepada pemerintah pusat dalam agenda rapat bersama para gubernur seluruh Indonesia.
"Besok kita teruskan betul-betul akan teruskan. Besok akan kita lakukan pertemuan itu," kata dia.
Lebih lanjut Anies meminta seluruh pendemo membubarkan diri dengan tertib kembali ke rumah masing-masing.
Baca: Demo Tolak Omnibus Law Berujung Panas, Halte TransJakarta & Resto di Jogja Jadi Sasaran Pembakaran
Ia pun meminta demonstran memantau perkembangan perjuangan yang sudah mereka lakukan dari rumah.