Hampir seluruh bagian cafe yang berdiri di atas dua lantai itu hangus terbakar.
Pada lantai dua restoran, bekas kebakaran terlihat jelas.
Sejumlah tiang dan kursi maupun meja tamu hitam berbekas kobaran api.
Akan tetapi, lantai satu tertutup.
Namun, bekas kebakaran juga terlihat di sekitarnya.
Kebakaran sendiri terjadi ketika aksi unjuk rasa yang dilakukan massa aksi berlangsung di depan gedung DPRD DIY.
Dua unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan dilokasi kejadian.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah penyebab kebakaran berasal dari peserta aksi.
Dia juga belum melakukan pengecekan apakah api dipicu oleh lemparan molotov hingga menyebabkan restoran itu hangus dilalap api.
"Kalau molotov atau tidak saya belum bisa memastikan," ujar Kapolresta saat dikonfirmasi.
Baca: Massa Mengamuk, Barisan Rakyat Bergerak (Bar-Bar) Makassar Blokade Jalan Pakai Truk Kontainer
Purwadi menyesalkan bahwa aksi unjuk rasa itu berujung ricuh dan tak terkendali.
Sejumlah korban pun berjatuhan pada isinden itu.
Bukan hanya dari peserta aksi, pun terhadap personel keamanan yang berjaga di lokasi kejadian.
"Kota Jogja kan kota budaya, masak budayanya seperti ini, ini yang saya sesalkan. Hendaknya aspirasi itu bisa disuarakan dengan cara yang baik," pungkas dia.
Baca: Siswa SMA Kibarkan Bendera Merah Putih, Nyanyikan Lagu Padamu Negeri saat Demo Tolak Omnibus Law
Baca: Masyarakat Dukung Massa Aksi Tolak Omnibus Law, Bagikan Air Mineral hingga Masker Gratis
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Risma Marahi Pengunjuk Rasa: Saya Setengah Mati Bangun Kota Ini, Kamu Hancurin".