Sehingga Barcelona dibawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu tetap berpegang teguh pada kontrak yang menyebutkan Messi tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus.
Klub menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap pada bulan Juni sesuai kontrak awal.
Perbedaan interpretasi tersebut akhirnya menjadi perhatian serius oleh LaLiga selaku otoritas tertinggi sepak bola Liga Spanyol.
Dalam pernyataan resminya, pihak LaLiga memberikan klarifikasi terkait kontrak dan klausul Messi.
Terdapat dua poin penting dari pernyataan resmi LaLiga.
Poin pertama, kontrak tersebut saat ini masih berlaku.
Klausul pemutusan hubungan kerja berlaku jika Messi memutuskan untuk mendesak pemutusan kontrak secara sepihak lebih awal.
Hal itu dilakukan sesuai dengan pasal 16 Keputusan Kerajaan Spanyol nomor 1006/1985, tanggal 26 Juni, yang mengatur hubungan kerja khusus atlet profesional.
Poin kedua, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengikuti prosedur dalam kasus ini, LaLiga tidak akan menjalankan proses izin untuk pemain bersangkutan agar dikeluarkan dari data federasi jika mereka sebelumnya tidak membayar jumlah klausul tersebut.
Artinya, nama Messi tetap akan terdaftar di Liga Spanyol dan klausul pelepasan Messi yang mencapai 700 juta euro tersebut masih berlaku, sehinggga sang kapten tidak dapat pergi secara cuma-cuma pada musim panas 2020.
LaLiga menyatakan bahwa mereka "berada" di pihak Barcelona.
Secara tidak langsung, kepergian Lionel Messi tak hanya akan berdampak drastis bagi Barcelona, namun juga untuk Liga Spanyol dan sepak bola negeri matador itu secara luas.
Keberadaan Messi di Liga Spanyol setidaknya akan membuat suporter atau pecinta sepak bola tetap menyimpan satu dari jutaan alasan untuk tetap mengikuti atau menonton Liga Spanyol.
Baca: Barcelona Beri Ultimatum Siap Hukum Lionel Messi jika Membangkang, bahkan Membawanya ke Pengadilan
Baca: Saga Transfer Barcelona: Lionel Messi Sudah Menelpon Pep Guardiola untuk Pindah ke Manchester City
Dengan popularitas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, keberadaan Lionel Messi adalah magnet besar bagi pecinta sepak bola, entah yang datang langsung ke stadion atau menyaksikan laga di siaran televisi.
Tindakan LaLiga yang menegaskan bahwa Barcelona adalah pemilik sah Lionel Messi dan klub-klub lain harus menghormati isi kontrak jika ingin membeli sang bintang merupakan upaya pamungkas menjaga agar Liga Spanyol tetap memiliki peminat luas.
Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 tak ingin kembali menjadi blunder kedua LaLiga.
Rivalitas Ronaldo vs Messi dalam balutan Real Madrid vs Barcelona atau El Clasico telah sukses menjaga pamor Liga Spanyol dalam kurun satu dekade terakhir untuk tetap relevan, ditengah semakin raksasanya Liga Inggris dari hari ke hari.
Kepergian Ronaldo ke Juventus pun melenyapkan setengah api di Liga Spanyol dan sukses membuat Juventus serta Liga Italia untuk kembali semakin dibicarakan setelah kedatangan superstar tersebut.
Saat ini, LaLiga sedang aktif membuka pasarnya untuk penonton di Asia dan Amerika Serikat.
Kehilangan Messi, yang merupakan salah satu magnet terbesarnya pasca kehilangan Ronaldo dua tahun lalu, tentu merupakan langkah mundur bagi eksposur Liga Spanyol yang sedang bersaing dengan Liga Inggris dan Liga Italia dalam menjaring fans di luar benua Eropa.
Sebagian artikel tayang di Bolaspot.com berjudul Terungkap Alasan Bartomeu dan Koeman Sekongkol Usir Lionel Messi dari Barcelona