Hal ini ditandai dengan ketiadaan sosok Lionel Messi di skuad Barcelona ketika menjalani tes PCR COVID-19 jelang pembukaan pramusim, Minggu (30/8/2020) pukul 10.15 waktu setempat.
Sebelumnya, hubungan antara Lionel Messi dan Barcelona memanas.
Setelah Ronald Koeman berbicara empat mata dan meminta sang kapten untuk tidak lagi merasa dispesialkan, pihak Lionel Messi pun mengirim surat faks permintaan pemutusan kontrak pada pekan lalu.
Berita tentang rencana hengkangnya Messi dari Barcelona memang sudah tercium sejak beberapa musim terakhir.
Namun, tidak sekuat dan sesensitif seperti situasi saat sekarang.
Beberapa variabel kejadian dan serangkaian masalah Barcelona sebelum-sebelumnya, semakin nyata sinyal bahwa Lionel Messi akan meninggalkan klub berjuluk Los Cules itu pada musim panas 2020 ini.
Kemana klub yang dituju Messi bahkan sudah diramalkan oleh banyak media di Eropa.
Paling serius adalah kabar mendaratnya Lionel Messi di Inggris bersama Manchester City yang diasuh oleh eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola.
Baca: Saga Kontrak Messi: Tak Mau Liga Spanyol Makin Sepi Peminat, Otoritas LaLiga Berpihak ke Barcelona
Baca: Respons Ultimatum Barcelona, Lionel Messi Siap Buka Rahasia Dibalik Alasannya Ingin Tinggalkan Klub
Selain Messi, empat pemain yang diusik oleh pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman untuk rencana tim musim 2020-2021 juga tak datang.
Keempat pemain tersebut adalah Luis Suarez, Arturo Vidal, Ivan Rakitic, dan Samuel Umtiti.
Pembahasan soal hubungan renggang antara Barcelona dan Lionel Messi terus memanas.
Messi, yang kontraknya akan habis pada 30 Juni 2021, tidak mau memperpanjang masa baktinya di Barcelona.
Kapten Barcelona ini meragukan proyek yang dibangun Josep Maria Bartomeu dan Ronald Koeman.
Adapun Barcelona hanya mau melepas Messi pada bursa transfer musim panas 2020 apabila ada yang mau menebus klausul pelepasan sang megabintang, yakni 700 juta euro (sekitar Rp 12,1 triliun).
Rupanya, Bartomeu dan Koeman memang menginginkan Messi hengkang dari Barcelona.
Expert sepak bola Spanyol, Terry Gibson, mengutarakannya kepada media Inggris, Sky Sports.
Baca: Saga Transfer Barcelona: Lionel Messi Sudah Menelpon Pep Guardiola untuk Pindah ke Manchester City
Baca: Ditawari Kontrak Rp 4,4 Triliun oleh Manchester City, Agen Lionel Messi Sudah Berada di Inggris
"Sekarang adalah pertanda bahwa akan ada perang antara Barcelona dan Messi," kata Terry Gibson melansir dari Sky Sports.
"Jika Anda bertanya kepada saya apa yang akhirnya akan terjadi, maka saya pikir Manchester City kini menjadi klub terdepan untuk mendapatkan Messi."
"Sebagian dari diri saya berpikir Bartomeu dan Koeman ingin melihat Messi pergi."
"Mereka ingin menghapus tagihan gaji Messi dan Barcelona perlu dibangun kembali."
"Akan tetapi, saya pikir Manchester City bukan harus membayar 600 atau 700 juta euro, melainkan 100 juta euro."
"Jika Barcelona bisa mendapatkan biaya transfer dari Manchester City, menghapus tagihan gaji Messi, dan mencoba menyalahkan Messi, maka itu merupakan hasil yang diharapkan Bartomeu dan Koeman."
"Saya merasa dengan melewatkan tes medis dan tidak mengikuti sesi latihan, sulit bagi Messi utuk kembali dan bertahan di Barcelona," ucap Gibson menambahkan.
Media Spanyol, AS, menilai tak akan ada klub yang dapat menebus Lionel Messi dengan mahar 700 juta euro.
Saat ini, rekor transfer pemain termahal di dunia masih dipegang oleh Neymar.
Neymar mengguncang dunia sepak bola ketika pindah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada 3 Agustus 2017.
PSG rela menyerahkan 222 juta euro (sekitar Rp 3,86 triliun) kepada Barcelona demi memboyong Neymar.
Selain mempunyai harga jual yang sangat tinggi, Lionel Messi juga memiliki bayaran selangit.
Menurut laporan dari surat kabar Prancis, L'Equipe, Messi adalah pemain dengan bayaran tertinggi di dunia dengan gaji kotor sebesar 8,3 juta euro (sekitar Rp 144,7 miliar) per bulan.
"Jumlah gaji mencapai 99,6 juta euro per tahun tentu menjadi angka yang sangat besar bagi klub mana pun, tidak peduli seberapa besar potensi keuntungan finansial dari mendatangkan Messi," tulis pernyataan dari AS.
da satu hal mengganjal terkait peluang Lionel Messi untuk pergi dari Barcelona
Barcelona tak mau menggugurkan klausul pelepasan yang melekat di kontrak pemain berjuluk La Pulga itu.
Antara klub berjuluk Los Cules dan pihak Messi pun ngotot saling adu opini
Pihak Lionel Messi menilai klausul pelepasan senilai 700 juta euro (sekitar Rp12, 2 triliun) sudah tidak berlaku dan kedaluwarsa.
Klausul pelepasan tersebut tak pada akhir musim 2019-2020, yang dianggap kubu Messi berakhir efektif pada Agustus ini, mengingat musim 2019-20 baru berakhir Agustus akibat Covid-19.
Baca: Respons Ultimatum Barcelona, Lionel Messi Siap Buka Rahasia Dibalik Alasannya Ingin Tinggalkan Klub
Baca: Top Skor Sepanjang Masa dan Kreator 10 Persen Semua Gol Klub, Beranikah Barcelona Hidup Tanpa Messi?
Dengan demikian, Messi bisa dipinang oleh klub lain dengan harga yang jauh lebih rendah, bahkan gratis.
Sementara pihak Barcelona bersikeras klausul pelepasan tersebut masih berlaku dan baru hangus untuk akhir musim 2020-21 kedepan.
Barcelona berpijak pada fakta bahwa klausul tersebut berlaku pada Mei-Juni, dimana musim berakhir jika pada situasi normal dan tak menghitung efek pandemi.
Sehingga Barcelona dibawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu tetap berpegang teguh pada kontrak yang menyebutkan Messi tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus.
Klub menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap pada bulan Juni sesuai kontrak awal.
Perbedaan interpretasi tersebut akhirnya menjadi perhatian serius oleh LaLiga selaku otoritas tertinggi sepak bola Liga Spanyol.
Dalam pernyataan resminya, pihak LaLiga memberikan klarifikasi terkait kontrak dan klausul Messi.
Terdapat dua poin penting dari pernyataan resmi LaLiga.
Poin pertama, kontrak tersebut saat ini masih berlaku.
Klausul pemutusan hubungan kerja berlaku jika Messi memutuskan untuk mendesak pemutusan kontrak secara sepihak lebih awal.
Hal itu dilakukan sesuai dengan pasal 16 Keputusan Kerajaan Spanyol nomor 1006/1985, tanggal 26 Juni, yang mengatur hubungan kerja khusus atlet profesional.
Poin kedua, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengikuti prosedur dalam kasus ini, LaLiga tidak akan menjalankan proses izin untuk pemain bersangkutan agar dikeluarkan dari data federasi jika mereka sebelumnya tidak membayar jumlah klausul tersebut.
Artinya, nama Messi tetap akan terdaftar di Liga Spanyol dan klausul pelepasan Messi yang mencapai 700 juta euro tersebut masih berlaku, sehinggga sang kapten tidak dapat pergi secara cuma-cuma pada musim panas 2020.
LaLiga menyatakan bahwa mereka "berada" di pihak Barcelona.
Secara tidak langsung, kepergian Lionel Messi tak hanya akan berdampak drastis bagi Barcelona, namun juga untuk Liga Spanyol dan sepak bola negeri matador itu secara luas.
Keberadaan Messi di Liga Spanyol setidaknya akan membuat suporter atau pecinta sepak bola tetap menyimpan satu dari jutaan alasan untuk tetap mengikuti atau menonton Liga Spanyol.
Baca: Barcelona Beri Ultimatum Siap Hukum Lionel Messi jika Membangkang, bahkan Membawanya ke Pengadilan
Baca: Saga Transfer Barcelona: Lionel Messi Sudah Menelpon Pep Guardiola untuk Pindah ke Manchester City
Dengan popularitas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, keberadaan Lionel Messi adalah magnet besar bagi pecinta sepak bola, entah yang datang langsung ke stadion atau menyaksikan laga di siaran televisi.
Tindakan LaLiga yang menegaskan bahwa Barcelona adalah pemilik sah Lionel Messi dan klub-klub lain harus menghormati isi kontrak jika ingin membeli sang bintang merupakan upaya pamungkas menjaga agar Liga Spanyol tetap memiliki peminat luas.
Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 tak ingin kembali menjadi blunder kedua LaLiga.
Rivalitas Ronaldo vs Messi dalam balutan Real Madrid vs Barcelona atau El Clasico telah sukses menjaga pamor Liga Spanyol dalam kurun satu dekade terakhir untuk tetap relevan, ditengah semakin raksasanya Liga Inggris dari hari ke hari.
Kepergian Ronaldo ke Juventus pun melenyapkan setengah api di Liga Spanyol dan sukses membuat Juventus serta Liga Italia untuk kembali semakin dibicarakan setelah kedatangan superstar tersebut.
Saat ini, LaLiga sedang aktif membuka pasarnya untuk penonton di Asia dan Amerika Serikat.
Kehilangan Messi, yang merupakan salah satu magnet terbesarnya pasca kehilangan Ronaldo dua tahun lalu, tentu merupakan langkah mundur bagi eksposur Liga Spanyol yang sedang bersaing dengan Liga Inggris dan Liga Italia dalam menjaring fans di luar benua Eropa.
Sebagian artikel tayang di Bolaspot.com berjudul Terungkap Alasan Bartomeu dan Koeman Sekongkol Usir Lionel Messi dari Barcelona