“Urat nadi pembelajaran daring adalah konektivitas internet. Pembelajaran dalam jaringan tidak akan mungkin terselenggara tanpa adanya koneksi internet," jelas Nizam seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Rabu (5/8/2020).
Nizam mengapresiasi langkah dan kepedulian Indosat menyediakan kuota internet/paket data murah untuk mahasiswa.
Langkah ini menurut Nizam dapat membantu mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi ini.
“Apresiasi tinggi untuk upaya dan kepedulian Indosat dalam membantu meringankan beban mahasiswa dengan menyediakan layanan paket data/kuota internet yang murah dan ramah di kantong mahasiswa," tutur Nizam.
Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Harap Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Kreatif dan Inovatif seperti Sekolah Ini
Baca: Tahun Ajaran Baru Tetap Dimulai 13 Juli 2020, Sebagian Besar Daerah Kemungkinan Masih Terapkan PJJ
Seperti diketahui, banyak siswa di daerah yang masih mengalami kesulitan untuk belajar daring.
Hal ini juga terjadi di Kabupaten Semarang.
Dikutip dari TribunJateng.com, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo, menyebut 10 persen siswa SD dan SMP di Kabupaten Semarang masih susah melaksanakan pembelajaran daring.
"Pemetaan belum kami lakukan secara mendalam, tapi data awal masih ada 10 persen yang kesusahan belajar daring," papar Sukaton, Selasa (4/8/2020).
Ia menjelaskan, ada beragam permasalahan yang menurut Sukaton terjadi terkait pembelajaran daring di masa pandemi corona.
Kesulitan yang dialami siswa yaitu tidak memiliki ponsel pintar hingga harus menggunakan ponsel orangtuanya.
Selain itu, kesulitan lainnya siswa kesulitan membeli kuota internet.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Revisi SKB, Mendikbud Nadiem Makarim Umumkan Wilayah Zona Kuning Boleh Gelar Sekolah Tatap Muka.