AS Berikan Sanksi kepada XPCC, Organisasi Paramiliter di China, terkait Etnis Uighur

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto yang diambil pada 31 Mei 2019 ini memperlihatkan sebuah menara kawal di fasilitas berkeamanan tinggi dekat tempat yang dipercaya sebagai kamp re-edukasi yang menahan minoritas Uighur. Fasilitas ini berada di pinggiran Hotan, Xinjiang barat laut, China. Amerika Serikat pada 31 Juli 2020 menjatuhkan sanksi kepada organisasi paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) karena diduga memiliki kaitan dengan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.

Beijing percaya bahwa urbanisasi dan pembangunan yang lebih banyak akan membantu menghilangkan konflik antara etnis muslim Uighur dan Han yang ada wilayah itu.

Baca: Ketegangan Diplomatik Meninggi, China dan Rusia Kompak Sebut AS sebagai Biang Kisruh di Negara Lain

Ekspansi XPXX, kata Pemerintah China, bertujuan untuk menenangkan etnis Uighur dengan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Ketika didirikan, XPCC mempunyai kekuatan sekitar 175.000 orang, terdiri dari mantan tentara nasionalis yang dipaksa bekerja oleh pemerintah komunis, atau parap pemuda di area pesisir yang diyakinkan untuk pergi ke barat sebagai bagian dari kewajiban revolusioner mereka.

Pada tahun 1998, XPCC diberikan status birokrasi yang setara dengan pemerintah regional Xinjiang.

Baca: Terapkan Kerja Paksa Terhadap Muslim Uighur, 11 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat

XPCC juga sebuah milisi meskipuan tidak menggantikan Tentara Pembebasan Rakyat atau polisi lokal, keduanya masih aktif di sana,

Pemerintah China menyatakan XPCC "memainkan peran penting dalam melawan terorisme dan menjaga kestabilan".

Namun, XPCC secara bertahap telah berkembang menjadi perusahaan komersial utama.

Baca: China Bantah Laporan Investigasi Adanya Pemaksaan Aborsi dan Kontrasepsi Etnis Uighur di Xinjiang

XPCC saat ini adalah bisnis miliaran dolar dengan banyak anak perusahaan yang terdaftar dan mempunyai banyak sekali tenaga kerja.

Mayoritas tenaga kerjanya adalah etnis Han.

Produk domestik bruto (PDB) XPCC pada tahun 2013 mencapai $24 miliar, menyumbang lebih dari 17 persen total PDB Xinjiang.

Baca: China Paksa Muslim Uighur Aborsi dan Sterilisasi, Peneliti: Beijing Penuhi Satu Kriteria Genosida

(Tribunnewswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer