Selama menjabat presiden, dua puteranya mengelola bisnis Trump.
Apa saja bisnis Trump?
Bisnis utama Trump adalah properti.
Ia memiliki banyak properti yang digunakan sebagai perkantoran ataupun menjadi gerai ritel produk mewah.
Namun, ketika virus corona menyerang, properti terjerembab.
Selain resesi, masyarakat juga tak lagi mengunjungi properti tersebut selama pandemi.
Berikut adalah beberapa sumber properti Trump.
Baca: Terancam Deportasi, Mahasiswa Asing di AS Bingung dengan Kebijakan Pemerintahan Donald Trump
Terdiri dari ritel dan ruang kantor di New York dan San Fransisco.
Saat corona dan bisnis lesu, kedua real estate itu menjadi penyebab terbesar penyusutan kekayaan Trump, Nilainya turun dari USS$1,9 Miliar menjadi US$1,2 Miliar setelah pandemi Corona terjadi.
Trump menguasai lebih dari 500 properti hunian di seluruh penjuru AS. Di kala pandemi, sulit mencari pembeli hunian mewah dengan hanya bermodal tur virtual.
Alhasil, sektor ini turun nilainya dari US$ 235 Juta, menjadi US$ 148 Juta.
Hotel-hotel milik Trump mati angin, karena tidak ada yang mau berlibur. Ia sampai harus memecat 550 pegawainya.
Termasuk hotel baru di Hawaii, Uruguay, India dan tempat lain, nilainya turun hampir 50% dari US$ 80 juta menjadi US$ 42 juta.
Trump memiliki sepuluh Klub Golf di Amerika, dan 3 di Eropa. Sebelum virus corona menyerang, nilainya diperkirakan US$ 271 juta. Sekarang, nilainya sekitar US$ 217 juta.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kekayaan Jeff Bezos Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Ada Apa?" dan Kontan dengan judul "Donald Trump Bertambah "Miskin", Kala Kekayaan Jeff Bezos Pecah Rekor saat Corona"