Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Penyidik HAM PBB: Pangeran Mohammed bin Salman Tersangka Utama

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Unjuk rasa menuntut pengungkapan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi di Turki, beberapa waktu lalu.

"Persidangan di surat dakwaan telah dipublikasikan."

"Jadi, mari kita beri kesempatan. Dan mari kita lihat apa yang bisa kita pelajari dari proses itu," katanya.

Callamard mengatakan bahwa dalam sebuah laporan yang dia sampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dia telah mencatat bahwa Turki telah menyelidiki pembunuhan Jamal Khashoggi secara serius.

"Saya menyambut kenyataan bahwa mereka sekarang sedang bergerak ke dalam persidangan karena itu berarti bahwa komunitas internasional akan dapat menilai pekerjaan yang telah mereka lakukan."

"Saya pikir ini sangat penting untuk kredibilitas dan legitimasi proses mereka," Kata pejabat PBB.

Dia meyakini, MBS mungkin bisa disidangkan di pengadilan ke depannya.

"Kita harus mengingatkan pemerintah bahwa ini adalah seseorang yang memiliki darah di tangannya atau yang mungkin bertanggung jawab untuk memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi," tambahnya.

Transkrip percakapan jelang kematian Khashoggi

Penyidik PBB telah merilis transkrip rekaman audio yang menggambarkan detik-detik tepat sebelum Jamal dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul.

Pelapor Khusus Eksekusi Ekstrayudisial Kantor HAM PBB, Agnes Callamard, melampirkan naskah laporan di Markas PBB di New York pada Rabu 19 Juni 2019.

Callamard melakukan investigasi sejak 29 Januari 2019, hampir empat bulan setelah Jamal dibunuh.

Dalam laporan tersebut, terdapat transkrip audio di dalam Konsulat Saudi di Istanbul yang berhasil diperoleh otoritas Turki.

Kemudian, salinan tersebut diberikan kepada sejumlah pihak, termasuk tim penyidik PBB yang dipimpin Callamard.

Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi semasa masih hidup. (Al Jazeera)

Berdasarkan rekaman audio yang diambil pada jam 9:48 malam pada tanggal 1 Oktober 2018, dan dipelajari oleh penyelidik PBB, seorang pria Saudi yang tidak disebutkan namanya mengatakan beberapa kalimat berikut ini.

"Tim datang dari Arab Saudi besok"

"Mereka memiliki sesuatu untuk dilakukan di konsulat"

"Pekerjaan mereka di dalam akan memakan waktu dua atau tiga hari," dikutip Tribunnewswiki.com dari CNN, Kamis (20/6/2019).

Sebelum dieksekusi, Jamal disebut bakal pergi ke konsulat pada 2 Oktober 2018 untuk memperoleh dokumen nikah.

Namun, ia tak kunjung kembali atau meninggalkan konsulat.

Lebih lanjut, berdasarkan rekaman audio pada pukul 1:02 siang tanggal 2 Oktober 2018 (hari kematian Khashoggi) yang dikutip dalam laporan PBB, seorang agen intelijen Saudi Maher Abdulaziz Mutreb bertanya apakah akan "mungkin untuk memasukkan bagasi ke dalam tas."

Halaman
1234


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer