"Itu formatnya harusnya 2019 sesuai kesepakatan kita. Ternyata diubah ke format 2020. Dan ditandatangani oleh yayasan. Di situ penegakan RAB tidak ada," ujarnya.
Baca: Risa Santoso di Usia 27 Jadi Rektor Termuda Indonesia: Pernah Jadi Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden
"Intervensi itu sangat kelihatan bahwa kita di lembaga itu tidak punya daya memutuskan. Kami hanya punya daya usul. Semua diputuskan oleh yayasan. Sehingga pemandulan fungsi sebagaimana statuta kita terapkan," tuturmya menambahkan.
Muhammad Arief Oksya, selaku koordinator lapangan menyebutkan, selama ini setiap mengadakan kegiatan kampus selalu memberikan dukungan dalam bentuk anggaran.
Akan tetapi, sekarang anggaran itu sudah tidak ada.
"Jadi sistemnya katanya minta langsung. Diterima atau ditolak. Kalau dulu kita mengajukan proposal anggaran pasti keluar karena sudah ada anggarannya. Kalau ini tidak ada rapat anggaran," terangnya.
Mantan Ketua BEM UNIBA 2018 ini mengatakan sejak awal Januari 2020 tidak ada pelantikan BEM dan organisasi mahasiswa yang sampai sekarang.
"Makanya ada keanehan. Jadi tuntutan yang 2018 itu kita ungkap lagi di 2020," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ikut Demo Bareng Mahasiswa, Rektor Uniba Solo Lepas Baju dan Mengundurkan Diri"