Petugas Angkut Sisa Patung Christopher Columbus Pasca-Perusakan oleh Massa Demonstrasi George Floyd

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO: Para petugas sedang berusaha mengangkut sisa patung Christopher Columbus yang dirusak buntut aksi demonstrasi Black Lives Matter

Isu sensitif yang telah hadir sejak lama ini turut membentuk konstitusi Amerika Serikat sebagai negara federal hingga saat ini.

Kontroversial Patung Columbus di Boston

Patung Christopher Columbus di Boston yang berdiri di pusat kota Boston disebut telah kontroversial sejak lama.

Patung ini dilaporkan juga pernah dirusak sebelumnya.

Baca: 5 Potret Lukisan di Museum Fitzwilliam Inggris Diubah Memakai Masker, Ada Apa?

Baca: Wali Kota Bristol Inggris Marvin Rees: Saya Minta Semuanya untuk Melawan Rasisme dan Ketidakdilan

Baca: Patung eks PM Inggris Winston Churchill Dicoret Grafiti Selama Aksi #BlackLivesMatter di London

Kronologi perobohan patung itu diungkap oleh polisi.

Kepada media lokal, polisi menerangkan bahwa pada Selasa malam (9/6/2020), anggotanya telah diperingatkan akan ada aksi tersebut.

Sampai berita ini dibuat, kepolisian sedang melakukan investigasi atas perbuatan yang dinilai bersangkutan dengan vandalisme tersebut.

Namun, polisi menyatakan belum menangkap satu orang pun.

Diwawancara terpisah, seorang warga menyebut bahwa aksi yang dilakukan massa pantas dilakukan.

"Berangkat dari protes Black Lives Matter, saya pikir hal yang baik untuk memanfaatkan momentum ini," katanya kepada media.

"Sama seperti orang kulit hitam di negara ini, banyak warga pribumi yang ikut dianiaya. Saya pikir gerakan ini cukup kuat dan sangat simbolis," tambahnya.

Diketahui banyak negara bagian di Amerika serikat telah mengganti peringatan 'Columbus Day' setiap bulan Oktober dengan hari libur resmi yang ditujukan untuk penghormatan bagi masyarakat adat.

Di tempat terpisah, Wali Kota Boston, Marty Walsh mengutuk aksi pemenggalan kepala patung Christopher Columbus.

Ia mengatakan patung tersebut akan dicabut sambil menunggu keputusan lain, tertulis dalam media lokal setempat.

Sementara itu, para pengunjuk rasa dan polisi masih bentrok di berbagai kota termasuk Chicago dan New York.

Aksi besar-besaran yang terjadi di Amerika Serikat berlangsung di saat pandemi corona yang merebak di seluruh dunia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer