Ustaz Abdul Somad Curhat Dapat Bullying dan Diperlakukan Buruk Pasca Mendukung Prabowo-Sandi di 2019

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ustadz Abdul Somad (UAS)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hiruk-pikuk Pilpres 2019 sudah lama berlalu, namun ada beberapa cerita terkait peristiwa besar terkait hajatan demokrasi di Indonesia itu.

Salah satunya yang dialami tokoh ulama besar di Indonesia, Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad mengaku sempat mengalami tindakan diskriminatif pasca dirinya menyatakan dukungannya untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandoaga Uno di Pilpres 2019 lalu.

Melansir laman TribunWow.com dengan judul Ustaz Abdul Somad Akui Diperlakukan Buruk seusai Dukung Prabowo di Pilpres 2019: Saya Bukan Penjahat, Ustaz Abdul Somad "curhat" tentang sejumlah tindakan tak mengenakkan yang dialaminya itu datang dari perusahaan milik pemerintah, BUMN.

Ustaz Abdul Somad pun mengaku saat itu merasa bingung karena merasa hal yang dilakukannya dengan mendukung Prabowo-Sandi bukanlah suatu kejahatan.

Secara terang-terangan, Ustaz Abdul Somad menceritakan hal tersebut di dalamkanal YouTube Refly Harun, Sabtu (6/6/2020).

Ustadz Abdul Somad ditolak di Eropa, kini beri jawaban sosok di balik penolakannya, singgung kasus Reynhard Sinaga. (Youtube Ustadz Abdul Somad Official)

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad memang secara gamblang mendeklarasikan dukungannya untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Terkait hal itu, ia mengaku hanya melakukan apa yang harus dilakukan sebagai seorang ulama.

Baca: Megawati dan Prabowo Subianto Kian Mesra, Pilpres 2024 akan Bakal Wujudkan Perjanjian Batu Tulis?

Baca: Dikenal Lugas dan Tegas, Tak Disangka Menhan Prabowo Subianto Nge-Prank Stafnya yang Sedang Tertidur

Baca: Fenomena Peristiwa Dukhan di 15 Ramadan 1441 H, Benarkah? Ustaz Abdul Somad: Perlu Bersiap-siap

"Saya hanya melakukan yang perlu saya lakukan agar umat tidak menyalahkan saya di masa yang akan datang," ucap Ustaz Abdul Somad.

Meskipun begitu, Ustaz Abdul Somad menyatakan saat itu dirinya harus membayar mahal setelah mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo.

Ia mengaku banyak mendapat perundungan hingga putus persahabatan pasca kala itu menyatakan diri mendukung Prabowo.

"Agar saya tidak abu-abu, saya bersikap, saya punya prinsip walaupun di balik itu saya mesti membayar high cost, harga mahal," kata dia.

"Dengan bully, dengan kebencian, dengan putus persahabatan dan lain-lain."

Meski begitu, setelah Prabowo masuk ke dalam pemerintahan, Ustaz Abdul Somad mengaku tak merasa kecewa.

"Jadi tidak ada kekecewaan sedikitpun (Prabowo gabung ke Istana)," imbuhnya.

Melanjutkan penjelasannya, ia lantas mengungkap sejumlah kejadian tak mengenakkan setelah deklarasi dukungan untuk Prabowo.

Beberapa di antara kejadian tak mengenakkan itu datang dari perusahaan milik pemerintah atau BUMN.

"Ada satu BUMN yang sudah menyiapkan 3 ribu nasi kotak, tiba-tiba membatalkan dua jam sebelum tabligh akbar dimulai," ucap Ustaz Abdul Somad.

"Ada BUMN yang mengundang saya setahun sebelumnya untuk hari ulang tahun, namun dibatalkan seminggu sebelum hari-H."

Tak hanya itu, Ustaz Abdul Somad juga mengalami hal buruk lainnya yakni ibadah umroh yang sudah direncanakannya tiba-tiba dibatalkan.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer