Pesan Keras Petugas Makam Covid-19: 'Kami Siapkan Tempat Kosong bagi Mereka yang Abaikan PSBB'

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang.

Saat didatangi, mereka sedang menyiapkan tiga lubang makam cadangan.

Di dalam satu lubang, ada dua petugas bertugas.

Petugas medis mengambil sample darah pedagang saat Rapid Test virus corona atau Covid-19 di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten menggelar screening test virus corona atau Covid-19 diantaranya di sejumlah pasar. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Satu orang bertugas menggemburkan tanah dengan garpu injak, lainnya mencangkul tanah dan dikumpulkan di atas kedua sisi makam.

Bila tidak memakai garpu injak, tugas penggali akan jauh lebih berat lantaran tenaganya terkuras dengan hanya mengandalkan pacul.

Petugas lainnya hilir mudik mengambil air untuk disiramkan agar memudahkan tanah galian menempel di atas kedua sisi makam.

Hari raya Lebaran sama saja seperti kegiatan sehari-hari dalam dua bulan belakangan ini.

Mereka setiap hari bergumul dengan tanah dan pacul

Salah satu petugas, Sandan bin Andi (46) tampak melepas lelah sejenak usai menggali kubur.

Di hari raya lebaran ini, dia masih bergelut dengan virus yang menjadi momok bagi warga dunia.

Hari raya Lebaran saat ini dirasa sangat berbeda dengan sebelumnya.

Sandan sebenarnya sedih tak bisa berkumpul dengan saudaranya, paling tidak istri dan anaknya di rumah karena musibah ini.

Namun, dia sudah ikhlas dan berdamai dengan pekerjaannya pekerjaannya sebagai tukang gali kubur yang menuntutnya harus siap mengikuti perintah atasan.

Baca: Sambut New Normal, Facebook dan 5 Perusahaan Ini Akan Berlakukan WFH Untuk Karyawan Selamanya

Baca: Meninggal Dunia di RS Kasih Ibu Solo, Penyanyi Campursari Didi Kempot Akan Dimakamkan di Ngawi

Baca: Ilmuwan Teliti Sel Kekebalan Tubuh yang Berikan Harapan dalam Melawan Covid-19

"Ya perasaan sedih, kita lebaran pertama enggak kumpul sama keluarga. Enggak sempat nikmatin opor sama ketupat."

"Karena tugas, kita utamakan. Karena ini mulia. Kepedulian kita sama manusia. Mereka sedang berduka kita yang sehat menolongnya apapun resikonya kita hadapi karena tugas," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (24/5/2020).

Istri dan anaknya sebenarnya juga turut sedih dengan Sandan yang harus bekerja di hari raya.

Sandan pun hanya bertemu istri tadi pagi untuk pamit pergi bekerja.

Namun, mereka akhirnya paham dengan pekerjaannya.

Lebaran kali ini Sandan dan keluarga berniat tak berkeliling ke tempat saudara. Mereka melakukan video-call untuk menerapkan jaga jarak.

Stand by di Hari Raya Lebaran

Tim BPBD Madiun dan RSUD Caruban mengevakuasi jenazah Sumadi (60), seorang sopir rental asal Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang yang ditemukan mati mendadak seusai menjemput dua santri Temboro, Sabtu (25/4/2020). (KOMPAS.COM/DOKUMENTASI BPBD KAB MADIUN) ((KOMPAS.COM/DOKUMENTASI BPBD KAB MADIUN))

Sejak pukul 06.19 WIB, Sandan sudah berada di TPU Pondok Ranggon.

Halaman
1234


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer