Menristek Bambang Brodjonegoro Ungkap Fakta Penyebab Kasus Virus Corona Tak Kunjung Turun, Apa Itu?

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Tes Virus Corona

Dokter yang melihat mayat tersebut berujar kerusakan pada organ dalam mirip dengan kombinasi SARS dan Aids-HIV.

Gen di balik fungsi fusi dalam Sars-CoV-2 tidak ditemukan pada virus corona lain pada manusia atau hewan.

Namun beberapa virus manusia yang mematikan seperti AIDS dan Ebola memiliki urutan yang sama.

Oleh sebab itu hal ini menimbulkan spekulasi jika virus corona baru ini, yang sekarang tengah mewabah dihampir seluruh negara di dunia, mungkin telah menyebar diam-diam di masyarakat untuk waktu yang lama sebelum menyebabkan pandemi seperti sekarang.

Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

Sejalan dengan penelitian yang ada, penelitian lain juga mengungkapkan ada satu perbedaan utama antara Sars-CoV-2 dan HIV juga SARS yang sudah dikenal.

HIV bisa bereplikasi dalam sel T dan mengubahnya menjadi pabrik guna menghasilkan lebih banyak salinan untuk menginfeksi sel lain.

Namun Lu dan Jiang tidak mengamati pertumbuhan coronavirus setelah memasuki sel-T, menunjukkan bahwa virus dan sel-T mungkin akan mati bersama.

Beberapa pertanyaan baru muncul setelah ada penelitian tersebut.

Diambil contoh, virus corona dapat ada selama beberapa minggu pada beberapa pasien tanpa menimbulkan gejala apa pun.

Bagaimana cara berinteraksi dengan sel T pada pasien ini tetap tidak jelas.

Beberapa pasien sakit kritis pun mengalami badai sitokin, di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang sel-sel sehat.

Namun mengapa dan bagaimana pemicu virus corona itu masih kurang dipahami.

Jadi apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menghadapi semua ini ?

Hal terpenting adalah jaga kesehatan masing-masing.

Ditunjang dengan makan-makanan sehat bergizi yang bisa mendukung kemampuan imunitas tubuh bekerja optimal dan banyak jumlanya.

Istirahat cukup.

Olahraga secara teratur.

Karena makan apapun, tanpa olahraga dan istirahat yang cukup percuma.

Dan tak lupa untuk tetap berdoa dan tawakal pada Tuhan yang Maha Esa. 

Terakhir, jalankan semua saran ahli, seperti menjaga jarak, tidak berada dikeremunan, dan menggunakan masker setiap keluar rumah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken/Kaka, Kompas.com, Health.grid.id)

Sebagian ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menristek: Daya Tular Covid-19 20 Kali Lebih Kuat dari SARS".



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer