Mungkin saja pria seperti ini tidak pernah bermaksud menjadi seseorang yang setia terhadap pasangannya.
9. Merasa istimewa
Pria yang berselingkuh mungkin juga merasa bahwa dirinya berbeda dan pantas mendapatkan sesuatu yang istimewa, yang tidak dimiliki pria lain.
Aturan yang biasa menjadi tidak berlaku untuknya.
Pria yang merasa seperti ini bisa berpikir bebas untuk menghargai dirinya sendiri, termasuk menjalin hubungan dengan orang lain kapanpun dia mau.
Pria yang berselingkuh awalnya mungkin tidak pernah berpikir untuk berselingkuh hingga ada kesempatan tiba-tiba muncul dengan sendirinya.
Kemudian, tanpa berpikir tentang apa yang mungkin akan terjadi terhadap hubungannya, orang itu memilih untuk berselingkuh.
Seorang pria juga bisa berselingkuh karena punya ekspetasi yang tak realistis terhadap pasangannya.
Mereka merasa bahwa pasangannya harus memenuhi setiap keinginanya tanpa memikirkan perasaan pasangan.
Pria ini gagal memahami bahwa pasangannya juga berhak memiliki kehidupan sendiri sesuai pikiran, perasaan dan kebutuhannya.
Pria yang tak memahami hal itu, ketika harapannya tidak terpenuhi, akan cenderung mencari pemenuhan eksternal, yakni mencari kepuasan dari orang lain dan berselingkuh.
Pria dapat juga berselingkuh karena ingin balas dendam.
Dia marah dengan pasangannya dan ingin menyakitinya.
Dalam kasus seperti itu, perselingkuhan dimaksudkan untuk dilihat dan diketahui.
Pria itu tidak repot-repot berbohong atau menyimpan rahasia tentang perselingkuhannya, karena dia memang ingin pasangannya mengetahuinya.