Seolah tak cukup, orang-orang ini memutuskan untuk mencari kepuasan baru dengan menjalin hubungan lain atau berselingkuh.
Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, mengapa orang-orang seperti ini benar-benar selingkuh?
Beberapa dari mereka bahkan terus melanjutkan hubungan itu setelah tertangkap tangan dan dihadapkan dengan konsekuensi besar seperti perceraian, kehilangan kedudukan sosial, dan sebagainya.
Dalam sebuah laporan Psychology Today, seorang relationship expert sekaligus terapis asal Amerika Serikat (AS), Robert Weiss Ph.D., MSW, secara khusus membahas soal hal-hal yang bisa membuat seorang pria berselingkuh.
Baca: Kisah Raja Playboy yang Sudah Tiduri 1.000 Wanita, namun Tak Pernah Selingkuh saat Punya Istri
Baca: Berniat Beri Kejutan Bunga saat Ulang Tahun, Pria Ini Malah Pergoki Pacarnya Selingkuh
Weiss menyatakan para pria sebenarnya bisa memilih untuk tidak berselingkuh.
Mereka masih memiliki pilihan untuk berusaha menyesaikan masalah dengan pasangan, termasuk melakukan terapi bersama ataupun berpisah apabila memang hubungannya sudah tak bisa dipertahankan lagi.
Meski demikian, ada saja pria yang tetap berselingkuh dari pasangannya.
Weiss mengutarakan, ada banyak faktor yang berperan dalam keputusan pria untuk berselingkuh.
Bagi sebagian besar pria tidak ada faktor tunggal yang mendorong keputusan untuk berselingkuh, semua berkesinambungan.
“Kadang-kadang alasan perselingkuhan pria berevolusi saat keadaan hidupnya berubah,” tulis penulis Buku Prodependence: Moving Beyond Codependency tersebut.
Pada umumnya, pilihan seorang pria untuk berselingkuh atau menipu pasangan didorong oleh satu atau lebih faktor berikut:
Tak cukup dewasa dan tak memiliki pemahaman yang baik soal komitmen jadi salah satu yang bisa membuat pria berselingkuh.
Hal itu bisa jadi karena pria tersebut tak banyak memiliki hubungan yang mengedepankan komitmen dalam hidup.
Pria ini mungkin juga tidak benar-benar memahami bahwa tindakannya pasti akan memiliki konsekuensi, seperti menyakiti pasangan.
Sang pria masih berpikir komitmennya terhadap monogami sebagai pakaian yang bisa dipakai atau dilepas semaunya, tergantung pada kondisi.
Pria bisa saja merasa tak percaya diri seolah-olah dirinya terlalu tua atau terlalu muda, tidak cukup tampan, tidak cukup kaya, atau tidak cukup pintar.
Namun sayang, untuk meningkatkan kepercayaan dirinya yang lesu, pria terkadang mencari validasi dari wanita selain pasangannya untuk merasa diinginkan, diinginkan, dan layak.
Seorang pria mungkin memiliki masalah secara terus-menerus dengan alkohol atau obat-obatan yang dapat memengaruhi sikapnya hingga menghasilkan keputusan seksual yang dapat disesalkan.
Mungkin juga, pria memiliki masalah seperti kecanduan seksual, yang berarti dia secara kompulsif terlibat dalam fantasi dan perilaku seksual sebagai cara untuk menghindari masalah kehidupan.
Pria yang berselingkuh mungkin benar-benar ingin mengakhiri hubungannya saat ini.
Namun, alih-alih memberi tahu pasangannya bahwa dia tidak bahagia dan ingin memutuskan sesuatu, dia malah berselingkuh dan menunggu pasangannya mengajak berpisah.
Para pria mungkin ingin mengakhiri hubungannya saat ini, tetapi tidak ingin melakukannya sebelum memliki pasangan yang baru.
Tipe pria ini akan mengatur panggung, memupuk cinta dengan orang baru, meski masih menjalin hubungan dengan pasangan yang lama.
Pria yang berselingkuh mungkin telah meremehkan kebutuhannya akan persahabatan hingga mengharapkan kebutuhan sosial dan emosionalnya tersebut dipenuhi sepenuhnya oleh pasangan.
Sementara, ketika pasangan gagal dalam tugas itu, pria mencari pemenuhan di “tempat” lain.
Pria bisa jadi mengaktifkan kembali atau menanggapi trauma masa kanak-kanak yang belum terselesaikan.
Trauma yang dimaksud bisa berupa penelantaran, pelecehan emosional, pelecehan fisik, pelecehan seksual sewaktu kecil.
Dalam kasus-kasus seperti itu, luka masa kecilnya telah menciptakan masalah keterikatan dan keintiman yang membuatnya tidak dapat atau tidak mau berkomitmen penuh untuk satu orang.
Orang itu mungkin juga menggunakan distraksi dalam perselingkuhan sebagai cara untuk menenangkan diri dari rasa sakit dari luka lama yang tidak disembuhkan ini.
Baca: Viral Video Rumah Dihancurkan di Ponorogo, Istri Selingkuh Sampai Hamil Saat Suami jadi TKI di Korea
Baca: Istri Jadi Otak Pembunuhan Suaminya, Selingkuhannya yang Eksekusi, Pelaku Mengaku Tak Menyesal
Seorang pria bisa juga berselingkuh karena keegoisannya sendiri.
Jadi pertimbangan utamanya adalah untuk dirinya sendiri dan dirinya sendiri.
Karena itu, orang ini dapat berbohong dan menyimpan rahasia tanpa penyesalan, selama ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Mungkin saja pria seperti ini tidak pernah bermaksud menjadi seseorang yang setia terhadap pasangannya.
Pria yang berselingkuh mungkin juga merasa bahwa dirinya berbeda dan pantas mendapatkan sesuatu yang istimewa, yang tidak dimiliki pria lain.
Aturan yang biasa menjadi tidak berlaku untuknya.
Pria yang merasa seperti ini bisa berpikir bebas untuk menghargai dirinya sendiri, termasuk menjalin hubungan dengan orang lain kapanpun dia mau.
Pria yang berselingkuh awalnya mungkin tidak pernah berpikir untuk berselingkuh hingga ada kesempatan tiba-tiba muncul dengan sendirinya.
Kemudian, tanpa berpikir tentang apa yang mungkin akan terjadi terhadap hubungannya, orang itu memilih untuk berselingkuh.
Seorang pria juga bisa berselingkuh karena punya ekspetasi yang tak realistis terhadap pasangannya.
Mereka merasa bahwa pasangannya harus memenuhi setiap keinginanya tanpa memikirkan perasaan pasangan.
Pria ini gagal memahami bahwa pasangannya juga berhak memiliki kehidupan sendiri sesuai pikiran, perasaan dan kebutuhannya.
Pria yang tak memahami hal itu, ketika harapannya tidak terpenuhi, akan cenderung mencari pemenuhan eksternal, yakni mencari kepuasan dari orang lain dan berselingkuh.
Pria dapat juga berselingkuh karena ingin balas dendam.
Dia marah dengan pasangannya dan ingin menyakitinya.
Dalam kasus seperti itu, perselingkuhan dimaksudkan untuk dilihat dan diketahui.
Pria itu tidak repot-repot berbohong atau menyimpan rahasia tentang perselingkuhannya, karena dia memang ingin pasangannya mengetahuinya.