Walaupun tidak diperbolehkan pergi ke luar kota atau menjalankan mudik lebaran, namun mudik lokal di kawasan Jabodetabek kini boleh dilakukan.
Syafrin menyampaikan jika warga kawasan Jabodetabek bisa melakukan mudik lokal antar kawasan Jabodetabek saja.
Mudik lokal yang disebutkannya yakni silaturahmi ke rumah kerabat atau keluarga yang masih berada di lingkungan sekitar Jabodetabek.
Misalnya, seorang pemudik dari Kalimalang Jakarta berkunjung ke rumah saudaranya di Depok.
“Tidak ada larangan kalau mudik antar-wilayah Jabodetabek, boleh melakukan pergerakan,” ujar Syafrin
Meski diperbolehkan untuk mudik antar-wilayah Jabodetabek, masyarakat harus mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku.
Untuk kendaraan pribadi tetap dibatasi 50 persen dari kapasitas angkut.
Lalu bagi yang menggunakan sepeda motor, jumlah maksimal dua orang yang diangkut dengan catatan alamat pada kartu identitas penduduk pengemudi dan penumpang harus sama.
Sedangkan aturan mudik luar kota tetap tidak diperbolehkan dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.
Sebagai upaya menindaklanjuti aturan tersebut kepolisian terus menggelar Operasi Ketupat dan membuat pos penyekatan di beberapa titik perbatasan wilayah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dishub DKI: Semua Angkutan Umum AKAP Tetap Dilarang Beroperasi"
dan di Tribunnews.com dengan judul Menhub Aktifkan Semua Transportasi, Dishub DKI Tegaskan Angkutan Umum AKAB Tetap Dilarang Beroperasi