Untuk UPTD dialokasikan di empat provinsi (Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp 55.525 dengan rincian:
- Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp 30.000
- Pakan 2,5 kg @Rp 7.000 per kg Rp 17.500 (selama 2 bulan)
- Obat-Obatan seharga Rp 1.500
Baca: Kementerian Pertanian Jamin Stok Daging Aman, Sebut Petani sebagai Pejuang di Masa Pandemi Corona
Bantuan biaya perbaikan kandang Rp 2.500 Operasional (pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 4.025
Untuk kelompok peternak yang akan dialokasikan di tujuh provinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat) dengan harga satuan per ekor Rp 58.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:
- Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp 30.000
- Pakan 2,5 kg @Rp 7.000 per kg = Rp 17.500 (selama 2 bulan)
- Obat-Obatan Rp 1.500
- Bantuan untuk pembuatan kandang Rp 4.400
- Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 5.138
Hibah Ayam DOC (Sembawa dan Kampung Unggul Balitbangtan/KUB) produksi UPT. BPTU-HPT Sembawa kepada kelompok ternak senilai Rp 3,96 miliar dengan rata-rata harga satuan per ekor Rp 36.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:
- Pakan 4,27 kg @Rp 7.000 = Rp 29.900 (selama 3 bulan)
- Obat-Obatan Rp 1.500
- Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 5.138
Penyelesaian kontrak sisa pekerjaan kegiatan Bekerja tahun anggaran 2019 sebesar Rp 20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi tenggara.
Anggaran tersebut dilaksanakan oleh BBVet. Denpasar untuk disalurkan ke Provinsi Gorontalo dan BPTU-HPT Denpasar ke Provinsi Sulawesi Tenggara.
Lebih lanjut, Ditjen PKH juga akan memberikan bantuan paket ternak babi kepada kelompok ternak sebanyak 550 ekor dengan total anggaran Rp 5,03 miliar, yang akan didistribusikan di Provinsi Papua, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.
Baca: Ridwan Kamil Unggah Pesan dari Para Petani untuk Warga Jakarta: Jangan Mudik, Jangan Pergi ke Sini
Menurut Ketut, satuan biaya paket bantuan antara wilayah Papua dengan di luar wilayah Papua tentu akan berbeda karena faktor geografis dan tingkat kesulitan dalam pendistribusian, termasuk alat angkut yang digunakan.
Adapun rincian satuan biaya dimaksud sebagai berikut.
Pengadaan Ternak Babi di wilayah Papua, dengan harga satuan paket pekerjaan per ekor Rp 13.115.000 meliputi:
- Ternak babi dan distribusi Rp 10.000.000
- Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp 2.160.000 (selama 2 bulan)
- Biaya pembuatan kandang Rp 100.000 per ekor
- Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 830.000
Pengadaan Ternak Babi di wilayah Non Papua, dengan harga satuan peket pekerjaan per ekor Rp 4.385.000:
- Ternak babi dan distribusi Rp 3.000.000
- Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp 970.000 (selama 2 bulan)
- Biaya pembuatan kandang Rp 100.000 per ekor
- Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 315.000
Dengan demikian jumlah alokasi pengadaan babi dan komponen pendukungnya untuk di wilayah Papua sebanyak 300 ekor dengan nilai Rp 3,93 miliar dan di luar Papua sebanyak 250 ekor dengan nilai Rp 1,10 miliar, sehingga harga rata-rata paket bantuan pengadaan babi dan komponen pendukungnya senilai Rp 9.146.000 per ekor.
“Demikian penjelasan ini disampaikan untuk diketahui, yang pada prinsipnya kegiatan ini semua kami usulkan untuk membantu petani peternak pada situasi pandemik Covid-19," ucap Ketut.
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Harga Pengadaan Ayam Rp 770 Ribu Per Ekor di Tengah Pandemi Corona, Kementan Beri Klarifikasi