Harga Pengadaan Ayam Rp 770 Ribu Per Ekor di Tengah Pandemi Corona, Kementan Beri Klarifikasi

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kementerian Pertanian (Kementan) anggarkan pengadaan ayam Rp 770 Ribu per ekor.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia saat ini menghadapi potensi krisis lain akibat terpaan pandemi virus corona.

Di tengah situasi demikian, mencuat kabar bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penganggaran pengadaan ayam per ekor dengan harga Rp 770 Ribu.

Tingginya harga ayam tersebut pun mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR-RI.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita menjelaskan, pihaknya justru tengah melakukan penghematan besar-besaran dalam pengadaan barang dan jasa.

Dijelaskan Ketut, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 26,96 miliar untuk pengadaan 35.000 ekor ayam.

Namun demikian, penetapan harga tidak serta merta membagi total anggaran dengan jumlah ayam dalam proses pengadaannya.

Sebagai informasi, harga Rp 770.000 per ekor ayam tersebut muncul dengan membagi total anggaran untuk pengadaan sebesar Rp 26,96 miliar yang dibagi dengan jumlah ayam yang dibeli sebanyak 35.000 ekor.

Baca: Ternak 32 Buaya di Belakang Rumah Bersekat Papan dan Seng, BKSDA Kaltim Lakukan Evakuasi

Baca: Harga Telur Terus Menurun Drastis, Peternak Ayam Dilanda Kerugian 

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Jawa Tengah, Marasidin Siregar, saat memegang ayam petelur. (Kompas.com)

Menurut Ketut, sesungguhnya anggaran tersebut terdiri dari beberapa komponen kegiatan lain yang masuk dalam penganggaran tersebut.

Adapun kegiatan tersebut antara lain pengadaan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor senilai Rp 2,02 miliar.

Lalu hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp 3,96 miliar.

Ayam ternak di pedesaan. (pixabay.com)

Terakhir yakni, penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp 20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Ketut menjelaskan, bahwa sejalan dengan adanya penghematan anggaran di Kementan, Ditjen PKH juga melakukan penghematan sebesar Rp 802 miliar, dari pagu semula Rp 2,022 Triliun menjadi Rp 1,21 Triliun.

"Dalam perencanaan Ditjen PKH Tahun Anggaran 2020 selalu mengacu pada rambu-rambu penghematan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku."

"Pemotongan anggaran meliputi belanja perjalanan dinas," ujar Ketut dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).

"Pertemuan-pertemuan dan belanja barang lainnya secara proporsional untuk mendukung prioritas kegiatan dan penanganan Covid-19 diantaranya untuk memfasilitasi bantuan sapi, kambing, domba, ayam dan babi kepada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia," imbuh Ketut.

Rincian harga ayam versi Kementan

Dalam artikel Kompas berjudul Heboh Harga Pengadaan Ayam Rp 770.000 Per Ekor, Ini Penjelasan Kementan, secara rinci, Ketut menjelaskan, bahwa alokasi penggunaan anggaran digunakan untuk bantuan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor dengan nilai Rp 2,02 miliar untuk peternak/Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan didistribusikan di 22 kabupaten (11 provinsi).

Beberapa komponen dalam pengadaan tersebut yaitu untuk UPTD dialokasikan di empat provinsi (Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp 55.525 dengan rincian: Pengadaan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor senilai Rp 2,02 miliar.

Hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp 3,96 miliar.

Penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp 20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Secara rinci, Ketut menjelaskan bahwa alokasi penggunaan anggaran sebagai berikut:

Bantuan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor dengan nilai Rp 2,02 miliar untuk Peternak/Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan didistribusikan di 22 kabupaten (11 provinsi) dengan komponen pengadaan sebagai berikut.

Untuk UPTD dialokasikan di empat provinsi (Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp 55.525 dengan rincian:

  • Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp 30.000
  • Pakan 2,5 kg @Rp 7.000 per kg Rp 17.500 (selama 2 bulan)
  • Obat-Obatan seharga Rp 1.500

Baca: Kementerian Pertanian Jamin Stok Daging Aman, Sebut Petani sebagai Pejuang di Masa Pandemi Corona

Bantuan biaya perbaikan kandang Rp 2.500 Operasional (pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 4.025

Untuk kelompok peternak yang akan dialokasikan di tujuh provinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat) dengan harga satuan per ekor Rp 58.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:

  • Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp 30.000
  • Pakan 2,5 kg @Rp 7.000 per kg = Rp 17.500 (selama 2 bulan)
  • Obat-Obatan Rp 1.500
  • Bantuan untuk pembuatan kandang Rp 4.400
  • Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 5.138

Hibah Ayam DOC (Sembawa dan Kampung Unggul Balitbangtan/KUB) produksi UPT. BPTU-HPT Sembawa kepada kelompok ternak senilai Rp 3,96 miliar dengan rata-rata harga satuan per ekor Rp 36.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:

  • Pakan 4,27 kg @Rp 7.000 = Rp 29.900 (selama 3 bulan)
  • Obat-Obatan Rp 1.500
  • Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 5.138

Penyelesaian kontrak sisa pekerjaan kegiatan Bekerja tahun anggaran 2019 sebesar Rp 20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi tenggara.

Anggaran tersebut dilaksanakan oleh BBVet. Denpasar untuk disalurkan ke Provinsi Gorontalo dan BPTU-HPT Denpasar ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lebih lanjut, Ditjen PKH juga akan memberikan bantuan paket ternak babi kepada kelompok ternak sebanyak 550 ekor dengan total anggaran Rp 5,03 miliar, yang akan didistribusikan di Provinsi Papua, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Baca: Ridwan Kamil Unggah Pesan dari Para Petani untuk Warga Jakarta: Jangan Mudik, Jangan Pergi ke Sini

Menurut Ketut, satuan biaya paket bantuan antara wilayah Papua dengan di luar wilayah Papua tentu akan berbeda karena faktor geografis dan tingkat kesulitan dalam pendistribusian, termasuk alat angkut yang digunakan.

Adapun rincian satuan biaya dimaksud sebagai berikut.

Pengadaan Ternak Babi di wilayah Papua, dengan harga satuan paket pekerjaan per ekor Rp 13.115.000 meliputi:

  • Ternak babi dan distribusi Rp 10.000.000
  • Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp 2.160.000 (selama 2 bulan)
  • Biaya pembuatan kandang Rp 100.000 per ekor
  • Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 830.000

Pengadaan Ternak Babi di wilayah Non Papua, dengan harga satuan peket pekerjaan per ekor Rp 4.385.000:

  • Ternak babi dan distribusi Rp 3.000.000
  • Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp 970.000 (selama 2 bulan)
  • Biaya pembuatan kandang Rp 100.000 per ekor
  • Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 315.000

Dengan demikian jumlah alokasi pengadaan babi dan komponen pendukungnya untuk di wilayah Papua sebanyak 300 ekor dengan nilai Rp 3,93 miliar dan di luar Papua sebanyak 250 ekor dengan nilai Rp 1,10 miliar, sehingga harga rata-rata paket bantuan pengadaan babi dan komponen pendukungnya senilai Rp 9.146.000 per ekor.

“Demikian penjelasan ini disampaikan untuk diketahui, yang pada prinsipnya kegiatan ini semua kami usulkan untuk membantu petani peternak pada situasi pandemik Covid-19," ucap Ketut.

(Tribunnewswiki.com/Ris)


Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Harga Pengadaan Ayam Rp 770 Ribu Per Ekor di Tengah Pandemi Corona, Kementan Beri Klarifikasi



Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr

Berita Populer