The Sun on Sunday mengatakan jika Johnson sangat emosional ketika mengingat kembali perawatan dan pemulihannya, yang disebutnya "hal yang luar biasa".
Johnson mengatakan dia telah "menyangkal" tentang keseriusan kondisinya pada awalnya, ketika dia mencoba untuk terus bekerja meski merasa dirinya merasa sangat pusing saat itu.
Dia juga mengatakan jika dia tidak ingin pergi ke rumah sakit pada awalnya, tetapi dokter bersikeras karena kadar oksigennya rendah.
"Melihat ke belakang, mereka benar untuk memaksa saya pergi (ke ruamh sakit)," katanya.
Johnson mengatakan pengalaman itu membuatnya lebih bertekad untuk melawan Covid-19 serta mengembalikan negaranya ke keadaan normal.
Wawancaranya ini muncul ketika pemerintah mengumumkan 621 kematian lagi dalam karena Covid-19.
Berdasarkan data worldometers.info, hingga Senin (4/5/2020), Inggris telah mencatatkan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 186.693 dengan total jumlah korban meninggal sebanyak 28.446 jiwa.
Kini, Inggris menempati urutan keempat sebagai negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia.