Boris Johnson juga mengatakan jika dokter yang merawatnya bahkan sudah siap mengumumkan berita kematian dirinya saat dia menjalani masa-masa kritis.
"Itu adalah masa tua yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya," katanya seperti dikutip dari The Sun.
“Saya tidak dalam kondisi yang sangat brilian dan saya sadar ada rencana darurat di tempat. Para dokter memiliki segala macam pengaturan untuk apa yang harus dilakukan jika ada yang salah,” katanya.
Boris Johnson pertama kali mengumumkan jika dirinya terinfeksi Covid-19 pada 27 Maret 2020 lalu.
Dia dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan pada 5 April 2020 untuk tes lebih lanjut, tetapi dalam waktu 24 jam dia dipindahkan ke perawatan intensif.
Pemimpin partai Konservatif itu menghabiskan tiga hari untuk menerima "dukungan oksigen".
Baca: Boris Johnson
Baca: Donald Trump Klaim Tahu Segalanya Soal Menghilangnya Kim Jong Un : Diungkap pada Waktu yang Tepat
Johnson tidak percaya seberapa cepat kesehatannya memburuk dan kesulitan memahami mengapa kesehatannya tidak segera membaik.
Pekerja medis memberinya "liter dan liter oksigen" tetapi dia mengatakan "indikator terus berjalan ke arah yang salah".
Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit St Thomas bulan lalu, dia terus bertanya pada dirinya sendiri, "Bagaimana saya bisa keluar dari ini?"
"Sulit untuk percaya bahwa hanya dalam beberapa hari kesehatan saya telah memburuk sejauh ini. Saya ingat merasa frustrasi. Saya tidak bisa mengerti mengapa saya tidak menjadi lebih baik.
"Tetapi saat yang buruk datang ketika 50-50 apakah mereka harus meletakkan pipa di tenggorokan saya.
Tetapi meskipun dia mengatakan kepada surat kabar bahwa dia berpikir "bagaimana aku bisa keluar dari ini?", dia mengungkapkan jika dirinya tidak berpikir bahwa dia akan mati.
Dilansir oleh SCMP, Boris Johnson telah kembali bekerja Senin lalu dan menjadi seorang ayah ketika tunangannya Carrie Symonds melahirkan pada hari Rabu.
Johnson telah berulang kali mengucapkan terimakasih kepada staf Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang dikelola pemerintah untuk perawatan mereka.
Boris Johnson dan tungangannya Carrie Symonds menamai anak mereka dengan mengambil nama dokter yang merawat Johnson.
Bayi laki-laki tersebut diberi nama Wilfred Lawrie Nicholas sebagai bentuk penghormatan terhadap dokter yang telah merawat Johnson selama perawatan intensifnya.
Baca: Insiden Penembakan di East London, Inggris, Seorang Bocah 11 Tahun dan Pria 40 Tahun Terluka
Baca: Dikaitkan dengan Penyebaran Covid-19, Sejumlah Tower 5G di Inggris Dibakar
Nama tersebut diumumkan Carrie Symonds melalui Instagram pada Sabtu lalu.
Menurut Symmonds, Wilfred diambil dari nama kakek Johnson dan Lawrie berasal dari nama kakeknya.
Sementara Nicholas diambil dari nama dokter yang merawat Johnson, Nick Price dan Nick Hart, yang mengaku terhormat dan mendoakan keluarga baru tersebut.
The Sun on Sunday mengatakan jika Johnson sangat emosional ketika mengingat kembali perawatan dan pemulihannya, yang disebutnya "hal yang luar biasa".
Johnson mengatakan dia telah "menyangkal" tentang keseriusan kondisinya pada awalnya, ketika dia mencoba untuk terus bekerja meski merasa dirinya merasa sangat pusing saat itu.
Dia juga mengatakan jika dia tidak ingin pergi ke rumah sakit pada awalnya, tetapi dokter bersikeras karena kadar oksigennya rendah.
"Melihat ke belakang, mereka benar untuk memaksa saya pergi (ke ruamh sakit)," katanya.
Johnson mengatakan pengalaman itu membuatnya lebih bertekad untuk melawan Covid-19 serta mengembalikan negaranya ke keadaan normal.
Wawancaranya ini muncul ketika pemerintah mengumumkan 621 kematian lagi dalam karena Covid-19.
Berdasarkan data worldometers.info, hingga Senin (4/5/2020), Inggris telah mencatatkan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 186.693 dengan total jumlah korban meninggal sebanyak 28.446 jiwa.
Kini, Inggris menempati urutan keempat sebagai negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia.