Virus corona sudah menyebar ke seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
Dilansir oleh Kompas.com, di Indonesia hingga Selasa (28/4/2020) total kasus terkonfirmasi Covid-19 ini adalah 9.511.
Ada kenaikan sebesar 415 kasus dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sementara itu, sudah 1.254 pasien telah dinyatakan sembuh dan 773 orang meninggal dunia.
Sebanyak 7.484 orang atau sekitar 78,69 persen dari total kasus yang dikonfirmasi berada dalam perawatan.
Data tersebut sepertinya masih akan bertambah setiap harinya.
Baca: Alih Fungsi Masjid di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19, Penyimpanan Makanan Hingga RS Darurat
Baca: Peneliti Lakukan Uji Hormon terkait Kenapa Pria Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona daripada Wanita
Banyak pakar yang menyebutkan bahwa puncak virus corona belum terjadi di Indonesia.
Pakar tersebut memperkirakan bulan Mei dan Juni akan jadi puncak virus corona.
Sementara itu, guna mengurangi penyebaran Covid-19 ini pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah.
Di antaranya adalah tetap mengimbau adanya social distancing hingga pelarangan mudik.
Hal serupa juga dilakukan oleh pria bernama Muslimin, yang disebut-sebut merupakan seorang master kesehatan masyarakat.
Melalui video amatir berdurasi 4:31 yang diterima awak redaksi GridHEALTH.id, dia menjelaskan akan pentingnya edukasi masyarakat terkait wabah virus corona (Covid-19).
Pria yang berprofesi sebagai pengajar di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di Bandar Lampung ini mengatakan bahwa virus corona "tidak berbahaya".
"Jadi kita harus mengedukasi masyarakat bahwa virus corona itu sebetulnya 'tidak berbahaya', yang berbahaya itu penyebarannya, karena sangat cepat dan masif tadi. Kalo virus coronanya itu lemah" kata Muslimin.
Menurutnya, virus corona mudah hancur hanya dengan cuci tangan menggunakan sabun.
"Satu, dia tidak tahan oleh panas. Kedua, dia akan hancur oleh sabun, tidak perlu hand sanitizer, sabun sunlight pun cukup atau sabun krim" ucap dia.
"Jadi corona itu tidak berbahaya selama dia tidak masuk ke dalam saluran pernapasan kita. Karena dia butuh media tempat hidup yang lembap dan gelap" tambahnya.
Baca: Update Pasien Virus Corona hingga Selasa 28 April 2020 di Seluruh Dunia: Total 3.050.308 Kasus
Baca: Lulusan S2 Terdampak Pandemi Corona Boleh Daftar Kartu Prakerja, Penuhi Syarat Berikut Ini!
Muslimin menganggap bahwa virus corona tidak berbahaya.
Namun tak dipungkiri, bahwa banyak orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19).