Zakat merupakan dua dari rukun Islam yang dilaksanakan saat Ramadan tiba.
Di wilayah Uni Emirat Arab, badan amal akan mengirimkan makanan buka puasa kepada orang miskin secara langsung, tidak seperti sebelumnya yang dibagikan di masjid.
Untuk alasan keamanan, para ahli agama dan kesehatan menyarankan masyarakat untuk berzakat secara daring atau online.
Zakat tersebut juga bisa diperuntukkan pada LSM yang membuka donasi terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.
Puasa bagi orang yang menderita Covid-19
Bagi orang sakit pada umumnya mereka akan berkonsultasi pada dokter apakah bisa melakukan puasa atau tidak.
Dijelaskan dalam Al-Quran, orang sakit dibebaskan dari puasa dan dapat menebusnya di lain hari dalam waktu satu tahun setelah Ramadan.
Aturan tersebut juga berlaku bagi mereka yang telah lanjut usia dan perempuan hamil.
Beberapa ahli seperti yang diberitakan Al Jazeera mengatakan penderita Covid-19 disarankan tidak melaksanakan puasa Ramadan dan menggantinya nanti ketika sudah sembuh.
Namun jika seseorang dengan gejala Covid-19 yang lebih ringan atau hanya flu biasa, orang tersebut masih bisa berpuasa.
Hari Raya Idul Fitri dirayakan umat muslim seusai melaksanakan puasa Ramadan sebagai hari kemenangan Islam.
Situasi pandemi corona saat ini membuat umat muslim harus merayakan Idul Fitri lebih sederhana.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengimbau umat muslim yang tinggal di zona merah Cocid-19 untuk tidak mudik lebaran.
Sedangkan di Arab Saudi, otoritas setempat telah mengumumkan jika pandemi masih berlanjut hingga 1 Syawal maka solat Ied juga bisa dilaksanakan di rumah.
Kondisi tersebut mungkin akan menjadi hambar, namun bisa menjadi cerita unik untuk generasi mendatang agar lebih mawas dengan kondisi kesehatan di masa depan.
Apabila dilihat dari sisi positif, banyak pembelajaran yang bisa dipetik oleh umat Islam.
Terutama soal kesederhanaan.