Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga secara resmi telah menerbitkan larangan mudik atau pulang kampung untuk seluruh masyarakat.
Seorang peneliti di Institute of The Malay World and Civilization (ATMA) mengatakan pada Al Jazeera Ramadan kali ini sangat unik.
Diceritakan Musa, Ramadan dalam kondisi apapun dan pada berbagai peristiwa di masa lalu masih bisa dirayakan cukup meriah.
"Ada Perang Dunia II dan bencana alam, tetapi bedasarkan literatur dan teks sejarah maupun arsip, saya mengetahui Ramadan masih bisa dirayakan oleh umat muslim," jelas Musa.
"Umat muslim masih berkumpul selama Ramadan, bahkan meski ada perang dan bencana, mereka masih bisa beribadah bersama," lanjutnya.
Musa pun memaklumi kondisi berbeda yang harus dialami oleh umat muslim,
Terutama saat ini manusia sedang berperang dengan 'benda yang kasat mata' berupa virus.
"Namun kali ini musuh umat muslim berberda kali ini. Virus yang kasat mata ini bisa membahayakan umat manusia," ucap Musa.
Kebersamaan Ramadan di berbagai negara di dunia saat pandemi
Biasanya umat muslim akan mengadakan sahur atau buka puasa bersama.
Namun karena adanya imbauan physical dan social distancing, kegiatan yang menjadi rutinitas tersebut menjadi sulit dilakukan.
Hal serupa juga terjadi di Mesir, kegiatan buka puasa bersama dan kegiatan amal lainnya terpaksa dibatalkan.
Bahkan bazar makanan, minuman, maupun pakaian di Malaysia, Brunei dan Singapura juga dilarang keras.
Yordania juga telah mengimbau warganya untuk melaksanakan salat tarawih di rumah.
Tak hanya itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan masyarakat untuk tidak menggelar doa bersama.
Raja Arab Saudi, Raja Salman pun telah memerintahkan adanya pemendekan salat tarawih tanpa jamaah di dua masjid suci di Mekah dan Madinah.
Sedangkan di Pakistan, pemerintah tidak melarang salat tarawih berjamaah di masjid namun setiap jamaah harus menjaga jarak sejauh dua meter.
Sementara itu di Yerusalem, otoritas Masjid Al-Aqsa akan menutup rumah ibadah.
Namun adzan akan tetap dikumandangkan sebagai pengingat waktu lima salat wajib.
Di sisi lain, masjid di Britania Raya akan mengadakan acara kajian secara daring melalui aplikasi Zoom, Facebook, dan YouTube.