Daeng mengungkapkan, dengan tes yang dipercepat dan diperluas maka penemuan kasus akan semakin cepat dan tepat.
Selain untuk menghindari fenomena gunung es yang ia sebut tadi.
"Yang ditemukan sekian, tetapi sebenarnya yang aslinya lebih besar dari itu," kata Daeng.
"Saya sebenarnya menekankan pesan dari Presiden Jokowi untuk mempercepat tes itu tadi karena angka positif atau kematian akan lebih besar bila itu dilakukan," pungkas Daeng.
Update kasus corona di Indonesia per Minggu, 19 April 2020 adalah terdapat penambahan 327 kasus.
Sehingga jumlah total pasien yang dinyatakan positif Covid-19 adalah 6.574 orang.
Dari jumlah tersebut seperti yang diungkapkan jubir pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, terdapat 686 pasien yang dinyatakan sembuh.
Menurut keterangan Yuri dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Graha BNPB, jumlah total kematian akivat Covid-19 juga mengalami penambahan sebanyak 47 kasus.
Jadi jumlah total pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar virus corona mencapai 582 orang.
Baca: Genjot Produksi Lokal, Kementerian BUMN: Ada yang Paksa Indonesia agar Selalu Impor Alat Kesehatan
Baca: Mengaku Jenuh dan Merasa Sehat, Pemudik Berstatus PDP di Tegal Kabur Saat Isolasi di Rumah Sakit
Baca: Viral Masyarakat Baciro Yogya Sambut Tenaga Medis, Warga Bentangkan Poster: Selamat Datang Pahlawan
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IDI Sebut Angka Kematian Terkait Corona di Indonesia Lebih dari 1.000 Kasus"