Petugas Pemakaman Jenazah Dilempari Batu Warga saat Hendak Makamkan Pasien Corona, Bupati Minta Maaf

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Pemakaman

Namun Achmad memastikan jenazah tersebut saat ini telah dimakamkan.

Bahkan, ia sendiri memimpin pembongkaran makam yang sempat ditolak warga.

Baca: Imam Suroso Meninggal Positif Virus Corona, Diketahui Sempat Bagikan Masker ke Masyarakat

Baca: 59 Pasien Virus Corona di Kabupaten dan Kota Tangerang Dinyatakan Sembuh

Tak hanya di Banyumas, penolakan pemakaman jenazah pasien corona juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, jenazah positif corona terpaksa harus tertahan di mobil ambulans selama 24 jam lantaran pemakamannya ditolak warga.

Kemudian di Sumedang , Jawa Barat, jenazah seorang profesor yang meninggal dunia setelah terjangkit virus corona juga mengalami hal serupa.

 Jenazah ditolak di beberapa tempat pemakaman sehingga petugas kesulitan menguburkan almarhum.

Hal serupa juga terjadi di Makassar, dimana warga Kecamatan Manggala menolak pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.

Bahkan, warga mengusir ambulans yang membawa jenazah PDP itu saat tiba di pemakaman Baki Nipanipa.

Di Bandar Lampung, jenazah pasien positif corona ditolak dua kali oleh warga

Setelah mendapatkan penolakan dua kali dari warga, pemakaman akhirnya dilakukan di lahan milik Pemprov Lampung di TPU Kota Baru pada Selasa (31/3/2020) pagi.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Tribun Jateng, Kompas.com)

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!"



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer