Bahkan, dalam video tersebut tampak warga melemparkan batu ke arah petugas pemakaman jenazah pasien corona.
Dilansir oleh Tribun Jateng, video tersebut banyak dibagikan oleh akun Instagram, satu di antaranya adalah akun @gosipnyinyir2.
Dalam unggahannya akun tersebut menuliskan “Jangan dilempar batu, kita juga manusia bu,” teriak salah seorang petugas kepada warga.
Aksi tidak terpuji yang dilakukan warga dalam video tersebut sangat disayangkan, mengingat para petugas medis ini merupakan garda terdepan yang bertugas menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia di tengah wabah Covid-19.."
Saat mengangkat jenazah, tiba-tiba ada seseorang yang yang melempar batu ke arah petugas yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) tersebut.
Baca: Jenazah Pasien Covid-19 yang Dimakamkan di TPU Tidak Berbahaya, Achmad Yurianto: Justru Harus Maklum
Baca: Berstatus PDP Corona, Jenazah Mantan DPRD Sulsel Sempat Dibawa Kembali ke RS sebelum Dimakamkan
Mendapat lemparan batu, seorang petugas pun berteriak, "Jangan lempar batu. Kita juga manusia, Bu!"
Petugas pun kembali memasukkan jenazah ke dalam mobil ambulance dan di kawal mobil BPBD.
Tak sampai di situ, penolakan juga terjadi di sepanjang jalan desa.
Warga berkumpul di tikungan dan berteriak melakukan penolakan.
Dikutip dari Kompas.com, diketahui kejadian tersebut terjadi di Banyumas, Jawa Tengah.
Kepala Desa Karang Tengah, Banyumas, Jawa Tengah Karyoto, membenarkan adanya kejadian penolakan pemakaman jenazah Covid-19 di daerahnya.
"Memang ada (penolakan). Kejadiannya di desa sebelah," kata Kartoyo kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2020).
Namun ia memastikan pemerintah telah memberikan pengertian kepada warganya.
Baca: 8 Fakta Kasus Siswi SMK di Deliserdang Diperkosa Kakak Kelas, 7 Pelaku Jadi Tersangka, 1 Orang Buron
Baca: Ai Fen, Dokter Wanita asal China yang Mengungkap Virus Corona Pertama Kali, Dikabarkan Menghilang
Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein meminta maaf terkait adanya oknum warga yang menolak pemakaman jenazah pasien positif virus coroana.
Ia meminta maaf lantaran merasa terlambat mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, penolakan tersebut muncul karena kurangnya pemahaman kondisi pasien meninggal dunia positif corona.
"Karena kami terlambat edukasi masyarakat tentang jenazah orang yang kena virus itu, tidak menyebarkan penyakit," kata Achmad, dikutip dari Tribun Jateng.
Ia juga mengatakan, penolakan warga tersebut tidak patut dicontoh oleh warga daerah lainnya.
Namun Achmad memastikan jenazah tersebut saat ini telah dimakamkan.
Bahkan, ia sendiri memimpin pembongkaran makam yang sempat ditolak warga.
Baca: Imam Suroso Meninggal Positif Virus Corona, Diketahui Sempat Bagikan Masker ke Masyarakat
Baca: 59 Pasien Virus Corona di Kabupaten dan Kota Tangerang Dinyatakan Sembuh
Tak hanya di Banyumas, penolakan pemakaman jenazah pasien corona juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Di Tasikmalaya, Jawa Barat, jenazah positif corona terpaksa harus tertahan di mobil ambulans selama 24 jam lantaran pemakamannya ditolak warga.
Kemudian di Sumedang , Jawa Barat, jenazah seorang profesor yang meninggal dunia setelah terjangkit virus corona juga mengalami hal serupa.
Jenazah ditolak di beberapa tempat pemakaman sehingga petugas kesulitan menguburkan almarhum.
Hal serupa juga terjadi di Makassar, dimana warga Kecamatan Manggala menolak pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.
Bahkan, warga mengusir ambulans yang membawa jenazah PDP itu saat tiba di pemakaman Baki Nipanipa.
Di Bandar Lampung, jenazah pasien positif corona ditolak dua kali oleh warga
Setelah mendapatkan penolakan dua kali dari warga, pemakaman akhirnya dilakukan di lahan milik Pemprov Lampung di TPU Kota Baru pada Selasa (31/3/2020) pagi.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!"