Kontak dengan Dokter yang Terinfeksi Covid-19, Kanselir Jerman Angela Merkel Isolasi Mandiri

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan keterangan pers di depan sejumlah jurnalis yang duduk berjarak di Berlin, Jerman, 16 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.(AFP/MARKUS SCHREIBER)

5. Aturan ini akan ditegakkan selama dua minggu ke depan.

6. Merkel menekankan larangan ini adalah aturan, bukan imbauan.

Polisi akan dikerahkan untuk memastikan para warga mematuhinya.

Baca: Penembakan Massal di Hanau Jerman Tewaskan 8 Orang, 5 Orang Lainnya Luka-luka

Baca: Kini Jadi Harapan Dunia, Inilah 3 Langkah Strategis yang Dilakukan China untuk Atasi Virus Corona

Kasus virus corona di Jerman

Dikutip dari Worldometers.info, hingga Senin (23/3/2020), Jerman telah mengonfirmasi kasus covid-19 yang terjadi di wilayahnya adalah sebanyak 24.873 dengan jumlah kasus baru sebanyak 2.509 kasus.

Jerman juga mencatat jumlah korabn meninggal akibat virus corona adalah sebanyak 94 orang dengan total kesembuhan 266.

Sementara itu, dikutip dari Thehill.com, dalam mengumumkan langkah-langkah baru pemerintah Jerman dalam menghadapi penyebaran covid-19, Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan pda 13 Maret lalu bahwa “ini adalah bazoka”.

“Dan kami akan mengunakannya untuk perang melawan virus corona,”ujar Scholz.

Salah satu langkah ini adalah keputusan untuk  memperpanjang program Kurzarbeit, termasuk melonggarkan persyaratan kelayakan sehingga hanya 10 persen karyawan perusahaan yang perlu terpengaruh untuk memicu pembayaran kerja jangka pendek, dan memperluas kompensasi kepada pekerja sementara dan agen outsourcing.

Kurzarbeit (diterjemahkan secara kasar, berarti “pekerjaan jangka pendek) adalah program pemerintah Jerman yang pertama kali digunakan selama masa krisis keuangan 2008.

Dikutip dari Irish Times, Jerman telah menyiapkan dana darurat senilai 150 miliar Euro untuk menopang pekerjaan dan bisnis yang berisiko dari dampak ekonomi akibat meluasnya virus corona.

Baca: Virus Corona Meluas, Sejumlah Negara Ganti Jabat Tangan dengan Cara Ini, Iran Saling Sentuhkan Kaki

Baca: Pandemi Corona Tak Kunjung Reda, Liga Italia Terancam Mundur Lagi atau Dibatalkan

Sumber-sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa ratusan miliar dalam dukungan tambahan untuk sektor swasta akan dinaikkan.

Menteri keuangan Olaf Scholz mengatakan, pagu utang pemerintah baru yang diabadikan dalam konstitusi negara akan ditangguhkan karena keadaan luar biasa yang tengah terjadi.

Langkah ini merupakan langkah besar bagi Jerman, yang secara tradisional menolak untuk menjauh dari anggaran ketat dan aturan utangnya.

"Seratus lima puluh miliar adalah jumlah yang besar, tetapi memberi kita fleksibilitas yang kita butuhkan sekarang," kata Scholz.

"Selain itu kami meletakkan landasan bagi berbagai lembaga lain di negara kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan perusahaan kami ... penting untuk mengirim sinyal yang jelas dan kuat tepat di awal," katanya dalam jumpa pers.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer