Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Merkel, Steefen Seibert pada Minggu (22/3/2020), seperti dikutip dari CNN.
Seibert mengatakan, kontak yang terjadi antara Merkel dengan dokter yang positif COVID-19 itu terjadi ketika dokter memberikan suntikan vaksin pneumonia pada Merkel, Jumat sore pekan lalu.
Dokter yang memberi suntikan tersebut kemudian diketahui positif terinfeksi Covid-19.
Sebelumnya, Merkel sendiri telah menyatakan jika Jerman telah menerapkan “larangan kontak” untuk menekan penyebaran virus corona.
Dalam konferensi pers tersebut, Merkel mengatakan Jerman akan memperkuat langkah-langkahnya dan mendorong warga untuk "mengurangi kontak dengan orang sebanyak mungkin."
"Untuk itu, Jerman akan melarang pertemuan lebih dari dua orang," kata Merkel.
Baca: Valentino Rossi dan Bos Ducati Paolo Ciabatti Tidak Yakin Seri Perdana MotoGP 2020 Bisa Digelar Mei
Baca: Update Pasien Virus Corona 23 Maret 2020: Total 335.997 Kasus, 98.330 Sembuh,14.641 Orang Meninggal
Merkel menambahkan, pengecualian untuk keluarga dan orang yang hidup bersama.
Merkel mengatakan orang harus mematuhi "jarak minimum 1,5 hingga 2 meter" untuk mencegah penyebaran virus.
Dia juga mengatakan, restoran, salon rambut dan toko tato akan tutup.
Merkel mengatakan langkah-langkah itu akan diberlakukan setidaknya selama dua minggu.
Langkah tersebut diambli setelah Jerman melihat masih banyak warganya yang melanggar aturan karantina.
Dikutip Kompas.com dari media Jerman Deutsche-Welle, di Bavaria terdapat 160 pelanggaran aturan karantina.
Masyarakat diketahui masih mengadakan pesta, meskipun sudah ada aturan tentang pelaksanaan karantina mandiri di rumah masing-masing.
Selain mengumumkan aturan baru tentang jumlah orang di perkumpulan, Jerman juga menerapkan aturan-aturan lain, sebagai berikut:
1. Semua restoran, kafe, dan penyedia jasa sejenis termasuk penata rambut, harus memberi jarak 2,5 meter antara orang.
Jika tidak memungkinkan, mereka harus tutup sementara.
2. Di tempat umum, orang-orang yang tidak tinggal bersama harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.
3. Perusahaan harus memastikan karyawannya bekerja secara higienis.
4. Warga yang bepergian untuk kerja, membantu orang lain, atau berolahraga secara individu, diperbolehkan keluar rumah.
5. Aturan ini akan ditegakkan selama dua minggu ke depan.
6. Merkel menekankan larangan ini adalah aturan, bukan imbauan.
Polisi akan dikerahkan untuk memastikan para warga mematuhinya.
Baca: Penembakan Massal di Hanau Jerman Tewaskan 8 Orang, 5 Orang Lainnya Luka-luka
Baca: Kini Jadi Harapan Dunia, Inilah 3 Langkah Strategis yang Dilakukan China untuk Atasi Virus Corona
Dikutip dari Worldometers.info, hingga Senin (23/3/2020), Jerman telah mengonfirmasi kasus covid-19 yang terjadi di wilayahnya adalah sebanyak 24.873 dengan jumlah kasus baru sebanyak 2.509 kasus.
Jerman juga mencatat jumlah korabn meninggal akibat virus corona adalah sebanyak 94 orang dengan total kesembuhan 266.
Sementara itu, dikutip dari Thehill.com, dalam mengumumkan langkah-langkah baru pemerintah Jerman dalam menghadapi penyebaran covid-19, Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan pda 13 Maret lalu bahwa “ini adalah bazoka”.
“Dan kami akan mengunakannya untuk perang melawan virus corona,”ujar Scholz.
Salah satu langkah ini adalah keputusan untuk memperpanjang program Kurzarbeit, termasuk melonggarkan persyaratan kelayakan sehingga hanya 10 persen karyawan perusahaan yang perlu terpengaruh untuk memicu pembayaran kerja jangka pendek, dan memperluas kompensasi kepada pekerja sementara dan agen outsourcing.
Kurzarbeit (diterjemahkan secara kasar, berarti “pekerjaan jangka pendek) adalah program pemerintah Jerman yang pertama kali digunakan selama masa krisis keuangan 2008.
Dikutip dari Irish Times, Jerman telah menyiapkan dana darurat senilai 150 miliar Euro untuk menopang pekerjaan dan bisnis yang berisiko dari dampak ekonomi akibat meluasnya virus corona.
Baca: Virus Corona Meluas, Sejumlah Negara Ganti Jabat Tangan dengan Cara Ini, Iran Saling Sentuhkan Kaki
Baca: Pandemi Corona Tak Kunjung Reda, Liga Italia Terancam Mundur Lagi atau Dibatalkan
Sumber-sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa ratusan miliar dalam dukungan tambahan untuk sektor swasta akan dinaikkan.
Menteri keuangan Olaf Scholz mengatakan, pagu utang pemerintah baru yang diabadikan dalam konstitusi negara akan ditangguhkan karena keadaan luar biasa yang tengah terjadi.
Langkah ini merupakan langkah besar bagi Jerman, yang secara tradisional menolak untuk menjauh dari anggaran ketat dan aturan utangnya.
"Seratus lima puluh miliar adalah jumlah yang besar, tetapi memberi kita fleksibilitas yang kita butuhkan sekarang," kata Scholz.
"Selain itu kami meletakkan landasan bagi berbagai lembaga lain di negara kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan perusahaan kami ... penting untuk mengirim sinyal yang jelas dan kuat tepat di awal," katanya dalam jumpa pers.