Viral Video Seorang Muazin Kuwait yang Menangis Saat Kumandangankan Azan Ditengah Wabah Corona

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muadzin tampak menahan tangis saat kumandangkan azan

Pemerintah juga mengeluarkan larangan mendatangi kafe, restoran dan pusat kebugaran.

Warga Amerika, Gayle St. Clair menggambarkan kekacauan di sebuah supermarket pada Rabu malam ketika pengumuman 'lockdown' seluruh negeri diumumkan.

"Ketika saya masuk, mereka beri saya pembersih dan sarung tangan, tapi karena situasi begitu ramai, saya tidak bisa sampai ke tempat di mana saya seharusnya mendapatkan barang-barang saya," terang Gayle.

"Untungnya, saya menemukan sebuah tempat untuk checkout belanja mandiri. Tapi setiap orang lainnya menunggu berjam-jam agar dapat melewati kasir." imbuhnya.

Kuwait yang tanahnya berbatasan dengan Arab Saudi dan Irak juga ditutup aksesnya bagi para penumpang karena mempunyai 100 kasus virus corona.

Akan tetapi, tidak seperti negara Arab lainnya, Kuwait sampai saat ini belum memiliki korban meninggal akibat virus tersebut.

Sampai saat ini masih belum jelas sampai kapan larangan penerbangan komersil masuk dan keluar Kuwait akan berlangsung.

Seorang warga Kuwait, Laila al-Qatami mengungkapkan jika dia mendengar banyak orang mengeluh tentang keinginan mereka pergi ke tempat umum dan melakukan perjalanan.

Tapi menurutnya, lebih baik aman daripada menyesal.

Pemerintah Kuwait telah dikritik oleh beberapa anggota parlemen setelah adanya laporan beberapa ekspatriat yang mengabaikan instruksi untuk melakukan karantina saat kedatangan.

Anggota parlemen Badr al-Mulla mengatakan kepada Reuters jika wabah virus corona adalah bencana global yang butuh tindakan luar biasa.

Bagi warga Mesir seperti Abu Ahmed (45), tindakan pencegahan dirasa perlu.

Dia mengungkapkan jika virus corona ini membuatnya terasa seperti dekat dengan hari kiamat.

Dia juga khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarganya.

Ada pun Menteri Perdagangan, Khalid al-Roudan berusaha meyakinkan warga Kuwait atas pasokan barang dan larangan pada ekspor makanan bersifat sementara.

Menurut Khalid al-Roudan, masyarakat tidak perlu khawatir karena jalur pelayaran masih terbuka, penerbangan kargo juga masih berlanjut.

Dan negara Kuwait memiliki stok makanan strategis yang cukup untuk beberapa bulan.

(Tribunnewswiki.com/Kaa, Kompas.com)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer