Viral Video Seorang Muazin Kuwait yang Menangis Saat Kumandangankan Azan Ditengah Wabah Corona

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muadzin tampak menahan tangis saat kumandangkan azan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dikutip dari berita Aljazeera, beberapa masjid pada Jumat lalu (13/03/2020) membuat redaksi seruan adzan yang berbeda dari biasanya.

Kumandang adzan diganti dengan, 'shalluu fii richaaalikum, shalluu fii buyuutikum...' yang bermakna 'salatlah di dalam perjalanan (kendaraan) kalian, salatlah di dalam rumah-rumah kalian.'

Dalam sebuah video yang beredar di sosial media, terdengar suara muadzin yang mengumandangkan adzan dengan menahan tangis dan suaranya terdengar begetar.

Muazin mengumandangkan adzan dengan perubahan lafaz adzan.

Baca: Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Virus Corona, Anies: Tapi Belum Ada Angkanya

Baca: Berikut Fakta-Fakta Pengujian Tes Virus Corona Bagi Masyarakat yang Ingin Melakukan Pemeriksaan

Dari yang seharusnya "hayya ‘alasshalah" (mari kita salat) menjadi "shollu fi rihaalikum" (salatlah kalian di rumah).

Kemudian ketika mengumandangkan takbir dan tahlil, suaranya terdengar bergetar seperti menahan tangis serta sempat terhenti.

Video ini terdengar memilukan bagi umat muslim yang mendengarnya.

Tak hanya di instagram, video ini juga diunggah ke YouTube dengan nama akun Fulan yang berjudul 'Muadhin Crying | Pray in your homes! | Corona Virus'.
 

Perubahan Redaksi Adzan

Pengubahan redaksi adzan terkait wabah virus corona ini terjadi setelah keputusan kementerian Awqaf, Kuwait.

Keputusan itu menghentikan khutbah Jumat dan salat berjamaah di masjid-masjid hingga ada pengumuman selanjutnya.

Hal ini diberlakukan demi menghentikan penularan virus corona.

Kementerian menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa Otoritas Kesehatan Kuwait dan Komite Fatwa dan Pelayanan Kuwait memutuskan untuk menghentikan khotbah dan salat Jumat sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Salat Jumat dibatalkan bagi kaum Muslim karena adanya wabah virus corona.

Selain itu, mereka meminta warganya untuk salat Zuhur di rumah masing-masing.

Pada Jumat pula, Otoritas Kesehatan Kuwait mengumumkan kenaikan jumlah kasus dari yang sebelumnya 80 kasus menjadi 100 kasus.

Dilansir dari Reuters, pada Jumat (13/03/2020), warga dan penduduk Kuwait sudah bersiap untuk mengunci seluruh negaranya dan bergegas ke berbagai toko karena pemerintah Kuwait telah mengambil tindakan luar biasa terhadap wabah virus corona.

Baca: Kini Langka, Yuk Buat Hand Sanitizer Sendiri Guna Atasi Penyebaran Virus & Kuman, Begini Caranya!

Baca: Tak Hanya Menhub Budi Karya Sumadi, Ini Pejabat Negara di Dunia yang Positif Virus Corona

Seluruh penerbangan komersial sudah dilarang sejak hari itu.

Semua jalan di negara Teluk Arab sebagian besarnya kosong pada Kamis.

Pemerintahnya juga meliburkan publik selama dua pekan.

Pemerintah juga mengeluarkan larangan mendatangi kafe, restoran dan pusat kebugaran.

Warga Amerika, Gayle St. Clair menggambarkan kekacauan di sebuah supermarket pada Rabu malam ketika pengumuman 'lockdown' seluruh negeri diumumkan.

"Ketika saya masuk, mereka beri saya pembersih dan sarung tangan, tapi karena situasi begitu ramai, saya tidak bisa sampai ke tempat di mana saya seharusnya mendapatkan barang-barang saya," terang Gayle.

"Untungnya, saya menemukan sebuah tempat untuk checkout belanja mandiri. Tapi setiap orang lainnya menunggu berjam-jam agar dapat melewati kasir." imbuhnya.

Kuwait yang tanahnya berbatasan dengan Arab Saudi dan Irak juga ditutup aksesnya bagi para penumpang karena mempunyai 100 kasus virus corona.

Akan tetapi, tidak seperti negara Arab lainnya, Kuwait sampai saat ini belum memiliki korban meninggal akibat virus tersebut.

Sampai saat ini masih belum jelas sampai kapan larangan penerbangan komersil masuk dan keluar Kuwait akan berlangsung.

Seorang warga Kuwait, Laila al-Qatami mengungkapkan jika dia mendengar banyak orang mengeluh tentang keinginan mereka pergi ke tempat umum dan melakukan perjalanan.

Tapi menurutnya, lebih baik aman daripada menyesal.

Pemerintah Kuwait telah dikritik oleh beberapa anggota parlemen setelah adanya laporan beberapa ekspatriat yang mengabaikan instruksi untuk melakukan karantina saat kedatangan.

Anggota parlemen Badr al-Mulla mengatakan kepada Reuters jika wabah virus corona adalah bencana global yang butuh tindakan luar biasa.

Bagi warga Mesir seperti Abu Ahmed (45), tindakan pencegahan dirasa perlu.

Dia mengungkapkan jika virus corona ini membuatnya terasa seperti dekat dengan hari kiamat.

Dia juga khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarganya.

Ada pun Menteri Perdagangan, Khalid al-Roudan berusaha meyakinkan warga Kuwait atas pasokan barang dan larangan pada ekspor makanan bersifat sementara.

Menurut Khalid al-Roudan, masyarakat tidak perlu khawatir karena jalur pelayaran masih terbuka, penerbangan kargo juga masih berlanjut.

Dan negara Kuwait memiliki stok makanan strategis yang cukup untuk beberapa bulan.

(Tribunnewswiki.com/Kaa, Kompas.com)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer