Menurut CDC, lebih banyak tentara Amerika yang meninggal karena pandemic flu 1918 daripada yangtewas dalam pertempuran selama Perang Dunia I pada 1918.
Pada 1919, pandemi mereda, namun virus N1H1 terus beredar sevara musiman selama 38 tahun.
Baca: Penyakit Flu (Influenza)
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 12 Maret 2020, Rencana Aries Belum Terwujud, Cancer Jaga Kesehatan!
Pada musim semi tahun 2009, virus influenza A H1N1 baru muncul.
Virus influenza A H1N1 terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat dan kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Virus itu mengandung "kombinasi unik dari gen influenza yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada hewan atau manusia," menurut CDC.
CDC mengatakan virus ini ditemukan berasal dari babi.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 29 Desember 1997: Jutaan Ayam di Hong Kong Dibunuh karena Virus Flu Burung
Baca: Tak Ingin Ekonomi Melambat karena Wabah Virus Corona, Pemerintah Tanggung PPh selama 6 Bulan
Selama pandemi H1N1 itu, CDC memperkirakan bahwa antara 151.700 dan 575.400 orang meninggal di seluruh dunia selama tahun pertama virus itu beredar.
Secara global, 80% kematian diperkirakan terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun.
WHO mendeklarasikan pandemi global H1N1 pada Agustus 2010, tetapi virus H1N1 terus beredar sebagai virus flu musiman setiap tahun.
Pada awal 2020, dunia tengah menunggu apakah virus corona baru akan menjadi pandemic.
Tom Frieden, mantan Direktur CDC mengatakan bahwa pandemi covid-19 belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tulisnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (25/2/2020) lalu.
Baca: Pembalap MotoGP Valentino Rossi Jadi Duta Kampanye Menghadapi Wabah Corona di Italia
Baca: Demam Berdarah Merebak Bersamaan dengan Virus Corona, Para Ahli Khawatir Kesalahan Diagnosa
Saat itu virus corona telah menyebar ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia, serta Iran.
Tom Frieden mengatakan, selain influenza, tidak ada virus pernapasan lain yang telah dilacak dari munculnya hingga penyebaran global yang berkelanjutan.
“Pandemi influenza terakhir yang cukup parah adalah pada tahun 1957 dan 1968; masing-masing menewaskan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia," tulis Frieden.
Baca: VIRAL Gara-Gara Video Prank Virus Corona di YouTube, 6 Pemuda Asal NTB Diciduk Polisi
Baca: Sebar Hoaks Virus Corona, Ibu Rumah Tangga di Lampung Ditangkap dan Terancam Hukuman Penjara 6 Tahun