Virus Corona Meluas, Sejumlah Negara Ganti Jabat Tangan dengan Cara Ini, Iran Saling Sentuhkan Kaki

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jabat tangan.(Rufino)

China

China sebagai negara pertama yang mengonfirmasi kasus virus corona juga melarang masyarakatnya melakukan jabat tangan.

Di ibukota China, Beijing sebuah papan iklan berwarna merah terpampang jelas di kota itu.

Papan iklan itu berisi anjuran agar masyarakat tidak berjabat tangan dengan orang lain.

Kegiatan ini bisa digantikan dengan mengatupkan dua tangan, sebagai upaya memberi salam atau sambutan.

Sejumlah pengeras suara juga dipasang di sana, untuk memberitahu warga melakukan gerakan 'gong shou'.

Gerakan ini dilakukan dengan menempelkan kepalan tangan ke telapak tangannya, untuk menyapa.

Australia

Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard menyarankan orang-orang untuk tidak berjabat tangan.

Kebiasaan ini menurutnya, bisa digantikan dengan menepuk bahu atau punggung.

Polandia

Negara dengan mayoritas Katolik ini, melakukan sebuah upacara keagamaan dengan mengambil roti communal dengan tangannya.

Kini para jemaat diminta agar tidak mencelupkan tangan mereka ke dalam air suci, ketika masuk dan keluar dari gereja.

Sebagai gantinya, mereka bisa membuattanda salib saat masuk dan keluar.

Baca: Setelah Iraj Harirchi, Kini Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar Disebut Terinfeksi Virus Corona

Baca: Restoran Paloma Pastikan 3 Karyawan yang Berinteraksi dengan WNI Positif Corona Terbebas dari Virus

Iran

Sebuah video beredar luas di Iran, yang menunjukkan tiga orang sedang bertemu.

Mereka menggunakan masker dan memasukkan tangan ke dalam kantong baju.

Lantas, ketiganya saling menyentuhkan kaki mereka untuk melakukan salam.

Video serupa juga beredar di Lebanon.

Di sana menunjukkan penyanyi Ragheb Alama dan komedia Michel Abou Sleiman saling menyentuh kaki dan membuat suara ciuman dari mulut mereka.

Halaman
123


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer