Ia mempunyai akses yang tak terbatas untuk masuk di hotel tempat ia bekerja.
Dengan alasan membersihkan kamar, ia mencuri pakaian dalam perempuan dan membawanya ke apartemennya.
Delapan perempuan menjadi korban, termasuk tiga remaja pada bulan November 2017 dan Oktober 2019.
Baca: Kurang Modal, Maling Ini Gunakan Celana Dalam untuk Tutupi Mukanya saat Beraksi, Akhirnya Tertangkap
Di meja hijau, polisi membeberkan fakta-fakta penyidikan.
Sembari duduk menyimak perkaranya di Pengadilan Downing Center, Sutan Hamilton membantah bahwa semua celana dalam adalah hasil dari kejahatan.
Berdasarkan laporan polisi yang melacak komputernya, Sutan Hamilton mencari tahu korbannya melalui media sosial. Satu di antaranya adalah seorang remaja perempuan yang ia lacak identitasnya melalui Facebook.
Pada sidang sebelumnya tahun 2019, kepada wartawan Sutan menyebut dirinya memiliki obsesi seksual / fetish.
Fetish adalah kondisi manusia terangsang terhadap sebuah objek akibat fantasi seksual. Bagi beberapa orang, hal ini dianggap sebagai gangguan kejiwaan, namun untuk yang lain fetish adalah suatu hal yang lumrah.
Polisi menyebut Sutan Hamilton mencuri pakaian dalam wanita "untuk memenuhi kepuasan seksualnya"
Setelah diringkus oleh kepolisian dan dibawa ke pengadilan, Sutan mengakui dirinya bersalah.
Empat dakwaan yang diajukan kepolisian ke pengadilan, semuanya berkaitan dengan kasus pencurian.
Sebelumnya, kepada polisi, Sutan mengklaim membeli semua pakaian dalam dari pantydeal.com atau langsung dari perempuan yang ia temui.
Sutan Hamilton juga bersalah atas kasus pencurian pada November 2017 dan November 2019.
Sejak didera kasus, Sutan Hamilton sudah dipecat dari hotel. Ia kini bekerja sebagai pelukis paruh waktu di Bandara Internasional Sydney.
Putusan hukumnya akan keluar di Downing Centre Court pada bulan depan tahun 2020.