COVID-19 Mulai Ancam Indonesia, Berikut 5 Fakta Tentang Virus Corona: Tingkat Kesembuhan Tinggi

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Berikut 5 fakta penting yang perlu diketahui tentang virus corona.

Hingga saat ini, seperti yang diberitakan BBC.com, virus corona memiliki gejala ringan seperti batuk dan demam, serupa dengan influenza.

Sehingga penderita COVID-19 bisa dikatakan memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.

Hanya saja, COVID-19 berlangsung bersamaan di beberapa negara secara global sehingga kepanikan bisa terjadi. 

Meskipun demikian, terdapat kasus penderita COVID-19 memiliki gejala penyakt yang lebih parah hingga diikuti dengan radang paru-paru.

Kasus tersebut kemudian membuat para penderita tersebut meninggal dunia.

Prof Jonathan Ball dari Universitas Nottingham mengatakan tingkat kematian akibat virus corona masih bisa dikatakan lebih sedikit daripada penderita flu musiman.

Sehingga para ahli masih menggunakan prosedur pencegahan yang sama baik untuk virus corona maupun flu biasa.

Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih (Kompas.com)

4. anti-virus corona masih belum ditemukan

Mewabahnya virus corona lebih disebabkan karena anti-virus belum ditemukan.

Terlebih, antibiotik tidak bisa digunakan karena sumber COVID-19 adalah virus, bukan bakteri.

Jika seseorang memiliki imunitas tinggi, maka virus corona akan segera 'kalah' dan penderita bisa lekas pulih dengan cepat.

Namun untuk orang yang berusia lanjut atau memiliki masalah kesehatan lain sebelumnya memang lebih rentan terhadap corona.

Masalah kesehatan tersebut diantranya asma, penyakit jantung, kanker, hingga diabetes.

Meskipun virus corona bisa menjangkit semua golonga umur, risiko kematian leboh besar jika SARS-CoV-2 menginfeksi lansia.

5. konsumsi chinese food tidak dilarang

Konsumsi chinese food tidak akan membuat seseorang lantas tertular virus corona.

Beberapa waktu belakangan, karena terlalu panik banyak orang yang menghindari segala produk yang berhubungan dengan China.

Bahkan hingga adanya kekhawatiran virus bisa menular melalui paket yang dikirimkan dari negara tirai bambu yang menjadi asal virus corona.

Padahal virus tidak akan bertahan lama di permukaan benda mati.

Penularan hanya bisa terjadi jika seseorang melakukan kontak fisik dengan penderita COVID-19 dalam jarak dua meter selama kurang lebih 15 menit.

Halaman
123


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer