Akibat Merebaknya Virus Corona, Polusi Udara di China Turun Drastis

Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pantauan polusi udara oleh Satelit NASA di Cina.

Pada 23 Januari 2020, pihak berwenang China menutup seluruh jalur transportasi baik masuk maupun keluar dari Wuhan.

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Baca: Tes Kepribadian - Ungkap Karakter Anda dengan Memilih Gambar Kerajaan Mana yang Ada di Benak Anda?

Baca: Jauh dari Kata Higienis, Pengemasan Snack Ini Terinjak-injak Kaki Kotor Pekerjanya, Masih Mau Makan?

Selain itu, pihak berwenang juga menutup bisnis lokal untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Peta di atas menunjukkan nilai NO2 di seluruh Tiongkok mulai 1-20 Januari, 2020 (sebelum karantina) dan 10-25 Februari (selama karantina).

Data dikumpulkan oleh Instrumen Pemantauan Troposfer (TROPOMI) pada satelit Sentinel-5 ESA.

Selain itu, sensor lainnya, yaitu Ozone Monitoring Instrument (OMI) pada satelit Aura NASA, juga telah melakukan pengukuran serupa.

Menurut para ilmuwan NASA, pengurangan polusi NO2 pertama kali terlihat di dekat Wuhan, namun pada akhirnya menyebar ke seluruh negeri.

Hingga Selasa (3/3/2020), virus corona telah terdeteksi setidaknya di 56 negara.

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer