Agar Tak Salah Kaprah, Ini 11 Mitos Virus Corona yang Wajib Diketahui, Soal Masker hingga Peliharaan

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP

TRIBUNNEWSWIKI.COM - 11 mitos tentang virus Corona yang wajib diketahui agar tak salah kaprah, tentang fungsi masker hingga hewan peliharaan.

Wabah Covid-19 yang dipicu oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia.

Yang terbaru, pada Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengonfirmasi adanya dua kasus Covid-19 baru di Indonesia.

Sejak beredarnya informasi tentang virus corona, aneka kabar burung menyebar luas di dunia maya.

Namun, banjir informasi tanpa henti ini kadang sulit untuk memisahkan antara fakta dan mitos.

Berikut adalah 11 mitos atau rumor yang salah terkait wabah Covid-19 dan sebenarnya bisa berbahaya, dikutip dari Kompas.com :

1. Mitos: Masker wajah dapat melindungi diri dari virus

Wajib diketahui, masker bedah standar tidak dapat melindungi diri dari SARS-CoV-2.

Sebab, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah.

Meski demikian, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut.

Ini artinya, tidak semua orang perlu mengenakan masker.

Masker N95 (Kompas.com)

Dilansir dari laman Forbes, spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, mengatakan bahwa orang sehat tidak membutuhkan masker wajah jenis apa pun.

"Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi diri dari virus," kata Perencevich.

Baca: Restoran Paloma Bantah Wanita Positif Virus Corona Jadi Anggota Komunitas Dansa : Tamu Biasa

Baca: Restoran Amigos Tempat WNI dan WN Jepang Dansa Bakal Tutup Sementara, Pastikan Bebas dari Corona

Perencevich pun mengatakan, pemakaian masker yang salah seperti sering menyentuh wajah saat memakai masker dapat meningkatkan risiko infeksi.

Perencevich menjelaskan, banyak orang membeli masker dengan asumsi menghentikan virus mencapai mulut atau hidung mereka yang tersebar melalui udara.

Padahal, virus corona ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara.

2. Mitos: Kecil kemungkinan kena virus SARS-CoV-2

Belum tentu. Para ilmuwan telah menghitung angka reproduksi dasar atau disebut R0 (diucapkan R-nol).

R0 memprediksi jumlah orang yang dapat tertular virus dari satu orang yang terinfeksi.

Saat ini, R0 untuk SARS-CoV2--virus penyebab penyakit Covid-19--diperkirakan sekitar 2,2. Artinya, satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 2,2 orang lainnya.

Halaman
1234


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer