Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih

R0 memprediksi jumlah orang yang dapat tertular virus dari satu orang yang terinfeksi.

Saat ini, R0 untuk SARS-CoV2--virus penyebab penyakit Covid-19--diperkirakan sekitar 2,2.

Artinya, satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 2,2 orang lainnya.

Sebagai perbandingan, flu biasa memiliki R0 1,3.

Selagi tidak ada vaksin untuk mencegah Covid-19, ahli mengatakan bahwa vaksin flu musiman untuk mencegah influenza relatif baik, meski formulasinya tidak cocok dengan strain virus yang beredar.

Baca: Viral Twitter Penjual Tawarkan Masker 325 Ribu Per Box, Panen Kritikan Netizen

Baca: 2 WNI Positif Terjangkit Corona, Apakah Perawatannya Ditanggung BPJS ?

3. Mitos: SARS-Cov-2 hanya virus flu biasa yang bermutasi

Pernyataan ini sangat salah.

Virus corona adalah keluarga besar virus yang mencakup banyak penyakit berbeda.

SARS-CoV-2 memang memiliki kesamaan dengan virus corona lain, empat di antaranya dapat menyebabkan flu biasa.

Kelima virus itu memiliki proyeksi runcing pada permukaannya dan memanfaatkan apa yang disebut protein lonjakan untuk menginfeksi sel inang.

Namun, keempat virus corona yang bernama 229E, NL63, OC43, dan HKU1 semuanya menginfeksi manusia sebagai host utama mereka.

SARS-CoV-2 berbagi sekitar 90 persen dari materi genetiknya dengan coronavirus yang menginfeksi kelelawar, yang menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari kelelawar dan kemudian melompat ke manusia.

Bukti menunjukkan bahwa virus melewati hewan perantara sebelum menginfeksi manusia.

Demikian pula, virus SARS melompat dari kelelawar ke musang (mamalia kecil, nokturnal) dalam perjalanannya ke manusia, sedangkan MERS menginfeksi unta sebelum menyebar ke manusia.

4. Mitos: Virus SARS-CoV-2 terbentuk di laboratorium

Hingga saat ini, tak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 adalah buatan manusia.

SARS-CoV-2 sangat mirip dengan dua virus corona lain yang juga memicu wabah beberapa tahun lalu, yakni SARS-CoV dan MERS-CoV.

Baik SARS-CoV-2, SARS-CoV, maupun MERS-CoV tampaknya berasal dari kelelawar.

5. Mitos: Orang yang terinfeksi Covid-19 pasti akan meninggal

Ini tidak benar.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada 18 Februari 2020, sekitar 81 persen orang yang terinfeksi merupakan Covid-19 ringan.

Halaman
1234


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer