Kekecewaan WNI yang Terjebak di Wuhan, Sebut Ada Kesalahan Soal Evakuasi : Kami Ingin Pulang

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

File foto ini diambil pada 30 Januari 2020 yang memperlihatkan seorang pria yang mengenakan sungkup muka melewati seorang lelaki tua pingsan dan meninggal di trotoar di sepanjang jalan dekat sebuah rumah sakit di Wuhan.

"Jika memang (pemerintah RI) mau evakuasi lagi, tolong dipikir baik-baik, bagaimana caranya bisa jemput teman saya Kris di Jingzhou itu. Kalau tidak bisa jemput dia, lebih baik tidak usah jemput kami semua.

Saya ingin jika satu bisa dievakuasi, yang lain juga bisa," tegas Humaidi.

Dia juga mengaku perasaannya lebih tenang ketika dua hari selang gagal evakuasi, ibundanya menguatkan hati dan memberinya nasihat.

"Mamak saya menegur saya ketika gagal dievakuasi.

Mamak saya bilang, Kamu itu jangan berharap kepada manusia.

Lihat hasilnya, sebesar apapun pesawat yang jemput kamu, setinggi apapun jabatan yang mereka punya, kalau tidak ada izin dari Yang Maha Kuasa, lihat, bisa pulang ndak kamu?" tutur Humaidi menirukan ucapan sang ibu.

Humaidi pun tersentuh dan termotivasi sebab nasihat yang diberikan ibunya,

"Memang kesalahan saya saat itu juga yang terlalu percaya pada manusia.

Lupa pada kuasa Tuhan."

Kepada teman-temannya di Indonesia, Humaidi meminta doa agar situasi di Wuhan kembali normal.

Dia juga mengungkapkan rasa optimis dengan adanya angka sembuh di Wuhan setiap hari cukup tinggi sekitar 1000-2000 orang.

"Saya hanya berdoa semoga pekan depan Wuhan bisa setidaknya jauh membaik, sehingga saya dan teman-teman bisa keluar dari asrama menghirup udara, jogging dan aktivitas lainnya.

Saya juga minta doa untuk teman-teman semua yang ada di tanah air." Pungkas Humaidi.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Miranti Kencana Wirawan)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer