Sejak lulus kuliah, ia bekerja di RS Al Islam Bandung.
Setelah itu, ia kemudian hijrah mendampingi suami ke Jakarta, dan bertugas di RS Medika Permata Hijau Jakarta, serta praktik di sebuah klinik Gastro enterolog, Jakarta.
Dalam kesempatan mempersiapkan kontingen Indonesia di Sea Games XIII di Chiang Mai, Thailand, Hikma direkrut bergabung menangani gizi atlit di beberapa cabang olah raga oleh KONI Pusat.
Baca: Mentahkan Pendapat Komisioner KPAI, Dokter Ungkap Daya Tahan Sperma di Luar Tubuh, Ini Faktanya
Baca: Warganet Ungkap Kekecewaan Terhadap KPAI, Tagar #bubarkanKPAI Jadi Trending Topic di Twitter
Berikutnya, Sitti sempat mengajar di UHAMKA, kemudian memilih untuk lebih konsentrasi dulu di domestik mengasuh sendiri putra-putrinya.
Saat memilih mengurus rumah tangga, Sitti Hikmawatty memilih menjadi penulis lepas hingga terakhir menjadi editor di MIMS Asia untuk bidang kesehatan anak.
Dengan bekal pendidikan yang berkonsentrasi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Hikma juga didaulat menjadi senior konsultan “Duniaku Pintar: di Semarang, Jawa Tengah.
Di masa itu ia banyak melakukan kegiatan terkait anak, di dalam maupun di luar negeri, baik untuk suatu event maupun seminar/workshop dimana Hikma juga berkontribusi sebagai pembicara / narasumber.
Diluar bidang profesi yang digelutinya, Sitti Hikmawatty terakhir dipercaya menjadi Tenaga Ahli di MPR RI.
Selain itu, ia juga dipercaya menjadi Pembina Yayasan Neurosenso, yayasan yang bergerak dalam penanganan anak berkebutuhan khusus.
Saat itu, Sitti Hikmawatty tetap membawa misinya untuk mengangkat isu permasalahan anak di parlemen, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang saat ini mengalami kenaikan angka kejadian yang sangat signifikan.
Baca: Gara-gara KPAI, Audisi PB Djarum Dihentikan, Icuk Sugiarto: KPAI Jangan Pakai Kacamata Kuda
Baca: Soal Gonzaga, Komisioner KPAI : Baru Kali Ini Kasus Tinggal Kelas Dibawa ke Pengadilan