Sitty Hikmawatty merupakan Komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Namanya menjadi pembicaraan lantaran pernyataannya yang mengatakan bahwa kehamilan bisa terjadi di kolam renang yang bercampur antara laki-laki dan perempuan.
Banyak orang yang akhirnya menyindirnya dengan statemen yang ia keluarkan tersebut.
Bahkan media asing juga ikut menulis tentang pernyataan dari Sitti Hikmawatty tersebut.
Lantas sebenarnya bagaimana profil dari Sitti Hikmawatty?
Baca: Misteri Suku Pedalaman Amazon Hidup Tanpa Pria tapi Bisa Hamil dan Lahirkan Anak, Lakukan Cara Aneh
Baca: Hamil 8 Bulan, Cynthia Ramlan Nekat Joget TikTok bareng Olla Ramlan di Toko Furniture
Berikut adalah fakta menarik sosok Sitti Hikmawatty dikutip dari berbagai sumber:
Dikutip dari laman www.kpai.go.id/komisioner, nama lengkap Siti Hikmawati adalah DR. Sitti Hikmawatty, S.St, M.Pd.
Dikutip dari laman kpai.go.id, Sitti Hikmawatty Lahir di Kota tentara Cimahi, Oktober 1970.
Siti Hikmawatty adalah anggota KPAI Periode 2017-2022 yang terpilih mewakili unsur Dunia Usaha.
Saat ini ia dipercaya menjadi Komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza).
Sitti Hikmawatty adalah alumni Gizi Bandung Depkes RI.
Ia kemudian melanjutkan kekhususan bidang Gizi klinik yang diselesaikan di Universitas Indonesia.
Setelah itu Sitti Hikmawatty melanjutkan pendidikan Magisternya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Artinya, pendidikan Sitti Hikmawatty ternyata dekat dengan kesehatan.
Sejak di bangku sekolah menengah, ikut aktif di banyak organisasi baik organisasi intra sekolah maupun ekstra sekolah.
Memasuki dunia mahasiswa juga tetap aktif dalam berbagai organisasi dan senat Mahasiswa, termasuk juga organisasi profesi ditekuninya dengan serius.
Penerima beasiswa dari University of Philippines Diliman, Quezon City, Philippines ini sangat menyukai dunia seni karena ia percaya bahwa seni berperan besar pada masalah resiliensi (kelenturan) otak manusia.
Sejak lulus kuliah, ia bekerja di RS Al Islam Bandung.
Setelah itu, ia kemudian hijrah mendampingi suami ke Jakarta, dan bertugas di RS Medika Permata Hijau Jakarta, serta praktik di sebuah klinik Gastro enterolog, Jakarta.
Dalam kesempatan mempersiapkan kontingen Indonesia di Sea Games XIII di Chiang Mai, Thailand, Hikma direkrut bergabung menangani gizi atlit di beberapa cabang olah raga oleh KONI Pusat.
Baca: Mentahkan Pendapat Komisioner KPAI, Dokter Ungkap Daya Tahan Sperma di Luar Tubuh, Ini Faktanya
Baca: Warganet Ungkap Kekecewaan Terhadap KPAI, Tagar #bubarkanKPAI Jadi Trending Topic di Twitter
Berikutnya, Sitti sempat mengajar di UHAMKA, kemudian memilih untuk lebih konsentrasi dulu di domestik mengasuh sendiri putra-putrinya.
Saat memilih mengurus rumah tangga, Sitti Hikmawatty memilih menjadi penulis lepas hingga terakhir menjadi editor di MIMS Asia untuk bidang kesehatan anak.
Dengan bekal pendidikan yang berkonsentrasi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Hikma juga didaulat menjadi senior konsultan “Duniaku Pintar: di Semarang, Jawa Tengah.
Di masa itu ia banyak melakukan kegiatan terkait anak, di dalam maupun di luar negeri, baik untuk suatu event maupun seminar/workshop dimana Hikma juga berkontribusi sebagai pembicara / narasumber.
Diluar bidang profesi yang digelutinya, Sitti Hikmawatty terakhir dipercaya menjadi Tenaga Ahli di MPR RI.
Selain itu, ia juga dipercaya menjadi Pembina Yayasan Neurosenso, yayasan yang bergerak dalam penanganan anak berkebutuhan khusus.
Saat itu, Sitti Hikmawatty tetap membawa misinya untuk mengangkat isu permasalahan anak di parlemen, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang saat ini mengalami kenaikan angka kejadian yang sangat signifikan.
Baca: Gara-gara KPAI, Audisi PB Djarum Dihentikan, Icuk Sugiarto: KPAI Jangan Pakai Kacamata Kuda
Baca: Soal Gonzaga, Komisioner KPAI : Baru Kali Ini Kasus Tinggal Kelas Dibawa ke Pengadilan