Jatuh Terduduk Karena Kursi Ditarik Kawan, Siswi SMPN 4 Sintang Alami Cedera: Gurau Berakibat Fatal

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Opi terbaring di rumah sakit setelah terjatuh akibat candaan tarik kursi yang dilakukan oleh teman sekelasnya.

Setelah itu pihak sekolah membawa Opi ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Pihak sekolah juga langsung memanggil AG, siswa yang menarik kursi Opi, dan orangtua AG.

Diselesaikan secara musyawarah

Gurauan menarik kursi berujung petaka yang terjadi SMPN 4 Sintang diinformasikan telah diselesaikan secara musyawarah oleh pihak Opi dan AG.

Menurut Sarbaini, musyawarah dapat dilakukan karena AG hanya berniat bercanda.

Namun diluar rencana, candaan AG berakibat fatal.

"Intinya begini, kita punya tanggungjawab. Walaupun itu kecelakaan, anak anak juga tidak menginginkan kejadian tersebut," ujar Sarbaini.

Musyawarah tersebut bisa dilaksanakan karena adanya inisiasi dari pihak sekolah SMPN 4 Sintang.

Hingga akhirnya orangtua AG menyatakan akan bertanggung jawab dan membantu biaya pengobatan Opi.

"Yang penting ada niat untuk tanggungjawab," jelas Sarbaini.

Sarbaini juga memberikan imbauan pada para siswa agar tidak melakukan hal serupa AG yang menyebabkan Opi mengalami cedera.

"Gurau boleh, tapi kalau seperti itu guraunya bisa berakibat fatal dampaknya. Saya menekankan kepada guru bahwa pembinaan karakter itu penting. Korban saat ini masih di rumah sakit, rencananya oleh orangtuanya akan dibawa ke Pontianak," kata Sarbaini.

Akibat fatal dari candaan menarik kursi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menjelaskan mengenai akibat fatal dari candaan menarik kursi. 

Menurut Sinto, candaan menarik kursi orang yang akan duduk dapat mencederai tulang ekor korban.

Jika tulang ekor patah, korban bisa mengalami kecacatan permanen.

“Begitu dia jatuh, tulang ekornya jatuh ke lantai keras, patah tulang ekor dan punggung. Di situ ada ribuan saraf dan pembuluh darah, berbahaya,” terang Sinto ketika ditemui TribunPontianak.com, Senin (17/2/2020).

Sinto juga menyayangkan ada kejadian candaan tarik kursi yang dilakukan oleh seorang pelajar di Sintang.

Menurutnya, candaan yang dapat menyebabkan kecelakaan dan berakibat fatal sebaiknya tidak dilakukan.

“Itu sangat tidak bijaksana untuk dilakukan,” tegasnya.

Baca: 3 Siswa SMP Pelaku Bullying Terhadap Seorang Siswi Terancam Hukuman 3,6 Tahun

Baca: 5 Tahun Tak Ada Perkembangan, Rektor Minta Misteri Kematian Mahasiswa UI di Danau Fakultas Diungkap

Baca: Siswi SMP Korban Bullying di Purworejo: Anak Berkebutuhan Khusus dan Mengaku Sering Ditendangi Teman

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer