Jatuh Terduduk Karena Kursi Ditarik Kawan, Siswi SMPN 4 Sintang Alami Cedera: Gurau Berakibat Fatal

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Opi terbaring di rumah sakit setelah terjatuh akibat candaan tarik kursi yang dilakukan oleh teman sekelasnya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candaan berakibat fatal terjadi pada seorang siswi kelas IX SMPN 4 Sintang, Kalimantan Barat.

Ketika hendak duduk, kursi korban ditarik oleh kawannya di sekolah.

Akobatnya korban jatuh terduduk dan tak bisa berjalan.

Oleh kawan-kawannya, korban kemudian dibawa ke kantor guru sebelum dilarikan ke puskesmas terdekat.

Korban yang diketahui bernama Opi, kini dikabarkan masih dirawat di RSUDS Ade Muhammad Djoen Sintang.

Meskipun demikian Opi rencananya akan dibawa ke rumah sakit lebih besar di Pontianak untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Baca: Gara-gara Virus Corona, Remaja Keturunan China di Australia Dibully dan Diusir dari Sekolah

Baca: Seorang Guru di NTT Paksa Muridnya Minum Air Kotor Bau Pesing, Sekolah Anggap Sebagai Hal Sepele

Kronologi kejadian

Opi terbaring di rumah sakit setelah terjatuh akibat candaan tarik kursi yang dilakukan oleh teman sekelasnya. (Tribun Pontianak)

Dikutip dari TribunPontianak.com, berikut kronologi kejadian Opi terjatuh lantaran kursinya ditarik oleh kawan-kawannya.

Sebelum kejadian, Opi dan kawan kelompoknya mempresentasikan hasil belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di depan kelas.

Seusai presentasi tugas, Opi dan kelompoknya kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.

Bermaksud jahul, kawan sekelasnya menarik kursi tempat duduk Opi.

Perbuatan tersebut diperkirakan dilakukan sesaat sebelum Opi duduk di kursinya.

Sehingga tanpa mengetahui kursi telah ditarik, Opi jatuh terduduk dan dikabarkan tak bisa berjalan setelahnya.

Mengetahui Opi cedera, kawan sekelasnya kemudian membawa Opi ke ruang kantor guru.

"Gurunya pas keluar. Di kelas ada diskusi. Pas selesai, anak itu mundur mau duduk, kursinya ditarik sama kawannya. Langsung jatuh, kemudian dibawa ke kantor. Setelah jatuh, korban ndak bisa jalan," ujar Marhadi, Guru Bimbingan Penyuluhan (BP) SMPN 4 Sintang, Senin (17/2/2020).

Klarifikasi kepala sekolah SMPN 4 Sintang

Kepala SMPN 4 Sintang, Sarbaini membenarkan kejadian tersebut.

Sarbaini juga mengatakan ketika kejadian berlangsung, dirinya berada di sekolah dan sempat memberi pertolongan pada Opi pascajatuh.

Sarbaini memberikan keterangan bahwa Opi mengeluh sakit dibagian pinggul dan paha sebelah kanan.

Opi kemudian dibimbing untuk dilakukan penanganan pertama di Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah.

Halaman
12


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer